1. A.   Kehamilan
    1. 1.   Definisi kehamilan

Pertemuan antara sel telur dengan sel spermatozoa (konsepsi) yang diikuti dengan perubahan fisiologis dan psikologis. (Mitayani, 2009: 2)

Kehamilan adalah persatuan antara sebuah telur dan sebuah sperma yang bukan merupakan peristiwa yang terpisah tetapi ada sesuatu rangkaian kejadian yang mengelilinginya. Kehamilan berlangsung selama kira-kira 10 bulan lunar, atau 9 bulan kalender, atau 40 minggu, atau 280 hari. Lamanya kehamilan dihitung dari hari pertama periode menstruasi terakhir ( aturan Nagele sebagai berikut : tambahkan tujuh pada hari pertama periode menstruasi terakhir (PMT), bulan PMT dikurangi tiga bulan dan tambahkan satu pada tahun PMT).(Bobak, 2004:74-77)

Di tinjau dari tuanya kehamilan, kehamilan dibagi dalam tiga bagian, yaitu:

  1. kehamilan triwulan pertama (antara 0 – 12 minggu)
  2. kehamilan triwulan kedua (antara 12 – 28 minggu)
  3. kehamilan triwulan terakhir (antara 28 – 40 minggu).

Bila hasil konsepsi dikeluarkan dari kavum uteri pada kehamilan di bawah 20 minggu, disebut abortus. Bila hal ini terjadi di bawah 38 minggu sampai 40 minggu disebut partus aterm.

(Hanifa, 2002: 125)

10

  1. 2.   Tanda-tanda kehamilan
  2. a.    Pada wanita hamil terdapat beberapa tanda atau gejala tidak pasti kehamilan, antara lain sebagai berikut :

1)    Amenorea (tidak dapat haid). Penting diketahui tanggal hari pertama haid terakhir, supaya dapat ditentukan tuanya kehamilan dan bila persalinan diperkirakan akan terjadi (Hanifa, 2002:125).

2)    Nausea (enek) dan emesis (muntah) yang di cetak miring hanya untuk istilah asing. Umumnya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan, disertai kadang-kadang oleh emesis (Hanifa, 2002:125).

3)    Mengidam (mengingini makanan atau minuman tertentu). Mengidam sering terjadi pada bulan-bulan pertama akan tetapi menghilang dengan makin tuanya kehamilan (Hanifa, 2002:126).

4)    Pingsan . Sering dijumpai bila berada pada tempat-tempat ramai. Hilang sesudah kehamilan 16 minggu (Hanifa, 2002:126).

5)    Mammae menjadi tegang dan membesar. Keadaan ini disebabkan oleh pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang duktuli dan alveoli di mamma (Hanifa, 2002:126).

6)    Anoreksia ( tidak ada nafsu makan). Pada bulan-bulan pertama terjadi anoreksia, tetapi setelah itu nafsu makan timbul lagi.

7)    Sering kencing. Terjadi karena kandung kencing tertekan oleh uterus yang membesar (Hanifa, 2002:126).

8)    Obstipasi. Terjadi karena tonus otot menurun yang disebabkan oleh pengaruh hormon steroid (Hanifa, 2002:126).

9)    Pigmentasi kulit. Terjadi pada kehamilan 12 minggu ke atas (Hanifa, 2002:126).

10) Epulis. Adalah suatu hipertrofi papilla ginggivae. Sering terjadi pada triwulan pertama (Hanifa, 2002:126).

11) Varises. Sering dijumpai pada triwulan terakhir. Kadang-kadang timbulnya varises merupakan gejala pertama kehamilan muda (Hanifa, 2002:126).

  1. b.    Tanda atau gejala mungkin hamil bisa juga ditemukan :

1)    Tanda hegar adalah pola pelunakan uterus sebagai berikut : istmus melunak dan dapat di tekan (tanda hegar;Gbr. 2-1). (Bobak,2004: 107)

GBR. 2-1 Tanda Hegar. Pemeriksaan bimanual untuk mengkaji pelunakan istmus sewaktu serviks masih keras.

 

 

 

 

 

 

2)    Tanda Chadwick adalah akibat dari uterus, serviks dan istmus melunak secara progresif dan serviks menjadi agak kebiruan. (Bobak,2004: 107)

3)    Tanda piscaseck. Uterus membesar ke salah satu jurusan hingga menonjol jelas ke jurusan pembesaran tersebut.

4)    Tanda Braxton-hicks. Bila uterus dirangsang mudah berkontraksi.

5)    Suhu basal. Yang sesudah ovulasi antara 37,2o sampai 37,8o. Gejala ini sering dipakai dalam pemeriksaan kemandulan.

6)    Cara khas yang dipakai untuk menentukan adanya human chorionic gonadotropin pada kehamilan muda adalah air kencing pertama pagi hari (Hanifa, 2002:126-127).

  1. Tanda pasti kehamilan, antara lain :

1)    Gerakan janin kadang-kadang pada kehamilan 20 minggu dapat diraba secara objektif oleh pemeriksa. Dengan alat fetal electrocardiograph denyut jantung janin dapat dicatat pada kehamilan 12 minggu (Hanifa, 2002:129).

2)    Dengan memakai alat dengan sistem Doppler dapat pula dicatat denyut jantung. Keuntungan cara yang terakhir ini adalah bahwa janin tidak terpengaruh seperti oleh sinar rontgen (Hanifa, 2002:129).

3)    Dengan stetoskop Laennec bunyi jantung janin baru dapat didengar pada kehamilan 18-20 minggu (Hanifa, 2002:129).

  1. 3.    Perubahan fisiologis kehamilan

Perubahan fisiologi pada saat kehamilan menurut Hanifa 2002 : 89-101 adalah sebagai berikut:

  1. Uterus

Pada kehamilan 8 minggu uterus membesar sebesar telur bebek, dan pada kehamilan 12 minggu kira-kira sebesar telur angsa. Pada saat ini fundus uteri telah dapat diraba dari luar, di atas simfisis. Pada pemeriksaan ini wanita tersebut harus mengosongkan kandung kencingnya dahulu.

Pada kehamilan 16 minggu besar uterus kira-kira sebesar kepala bayi atau sebesar tinju orang dewasa. Dari luar fundus uteri kira-kira terletak diantara jarak setengah jarak pusat ke simfisis.

Pada kehamilan 20 minggu, fundus uteri terletak kira-kira dipinggir bawah pusat, sedangkan pada kehamilan 24 minggu fundus uteri berada tepat di pinggir atas pusat. Pada kehamilan 28 minggu fundus uteri terletak kira-kira 3 jari di atas pusat atau sepertiga jarak antara pusat ke prosessus xifoideus. Pada kehamilan 36 minggu fundus uteri terletak kira-kira satu jari di bawah prosessus xifoideus.

  1. Serviks Uteri

Meningkatnya pembuluh darah menuju rahim mempengaruhi serviks mengalami perlunakan. Serviks mengandung banyak jaringan ikat dan mempunyai sedikit jaringan otot  Sekitar 10 %. panjang serviks 2,5 cm pada saat hamil. Pada saat akhir kehamilan akan matang karena respons meningkatnya kontraksi dan adanya kontrol hormonal. Pada saat partus serviks membuka dan mengikuti tarikan – tarikan korpus uteri ke atas dan tekanan bagian bawah janin ke bawah. Dan pada saat partus serviks itu berlipat – lipat tidak menutup. Pada saat hamil kelenjar serviks berfungsi lebih dan mengeluarkan secret lebih banyak.

  1. Vagina dan Vulva

Vulva dan vagina pada saat hamil  mengalami perubahan akibat peningkatan hormon estrogen. Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah, agak kebiruan (livide) warna porsio pun tampak livide.

  1. Ovarium

Pada permulaan kehamilan masih terdapat corpus luteum graviditatis sampai terbentuknya plasenta pada kira – kira kehamilan  16 minggu. Korpus luteum graviditatis berdiameter kira – kira 3 cm dan mengecil saat placenta terbentuk.

  1. Mammae

Mammae akan membesar dan tegang akibat hormon somatomammotropin, estrogen, dan progesteron akan tetapi belum mengeluarkan air susu.

Estrogen menimbulkan hipertropi system saluran, sedangkan progesteron menambah sel –sel asinus pada mammae.akibat pengaruh progesteron dan somatomammotropin, terbentuk lemak di sekitar kelompok alveolus sehingga mamae menjadi lebih besar. Papilla mamae akan membesar, lebih tegak, dan tampak lebih hitam  seluruh aerola mamae karena hiperpigmentasi.

  1. Sirkulasi Darah

Volume darah semakin meningkat dimana jumlah serum darah lebih besar dari pembuluh darah, sehingga terjadi pengenceran darah (hemodilusi), dengan puncaknya pada umur kehamilan 32 minggu.

  1. Sistem Respirasi

Kehamilan terjadi juga perubahan sistem respirasi untuk dapat memenuhi kebutuhan oksigen. Disamping itu terjadi desakan diafragma karena dorongan rahim yang membesar pada umur kehamilan 32 minggu.

8.  Traktus Digestivus

Karena pengaruh estrogen, pengeluaran asam lambung meningkat yang dapat menyebabkan mual muntah, pusing kepala dan salivasi (pengeluaran air liur berlebihan dari pada biasa).

9.  Traktus Urinarius

Bulan – bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan oleh uterus yang mulai membesar, sehingga timbul sering kencing. Keadaan ini akan hilang setelah makin tuanya kehamilan bila uterus gravidus keluar dari rongga panggul. Biasanya jika kepala janin sudah mulai turun kebawah pintu atas panggul keluhannya akan sering merasa ingin BAK.

10.  Kulit

Kulit terjadi perubahan defosit pigmen dan hiperpigmentasi karena pengaruh melanophore stimulating hormone ( MSH ) lobus hipofisis anterior dan pengaruh kelenjar suprarenalis.

11. Metabolisme dalam Kehamilan

Pada wanita hamil basal metabolic rate (BMR) dan sistem endokrin meninggi, tampak lebih jelas kelenjar gondoknya. Bila dibutuhkan, dipakailah lemak ibu untuk mendapatkan tambahan kalori dalam pekerjaan sehari-hari. Dalam keadaan biasa wanita hamil cukup hemat dalam hal pemakaian tenaganya.

  1. 4.    Perubahan psikologis pada ibu hamil
    1. a.   Trimester pertama

Pada trimester pertama seorang ibu akan selalu mencari tanda-tanda lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil. Setiap perubahan terjadi pada tunbuhnya akan selalu diperhatikan dengan seksama. Karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seorang ibu mungkin diberitahukan kepada orang lain atau dirahasiakannya.

Hasrat untuk melakukan hubungan seks, pada wanita pada trimester pertama ini berbeda-beda. Walaupun bebrapa wanita mengalami kegairahan seks yang lebih tinggi, kebanyakkan mereka mengalami penurunan libido selama periode ini, keadaan ini menciptakan kebutuhan untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur dengan suami. Banyak wanita merasa kebutuhan untuk dicintai dan merasakan kuat untuk mencintai, namun tampa seks. Libido sangat besar dipengaruhi oleh kelelahan, rasa mual, pembesaran payudara, keprihatinan dan kekhawatiran. Semua ini merupakan bagian normal dari proses kehamilan pada trimester pertama.

  1. b.    Trimester kedua

Trimester kedua biasanya adalah ibu merasa sehat. Tubuh ibu terbiasa dengan kadar hormon yang lebih tinggi dan rasa tidak nyaman karena hamil pun sudah berkurang, perut ibu pun belum terlalu besar sehingga belum dirasakan sebagai beban. Pada trimester ini pula dapat dirasakan gerakan bayinya. Dan ibu mulai merasakan bayinya sebagai seseorang diluar dari dirinya sendiri.

  1. c.    Trimester ketiga

Trimester ketiga ini sering kali disebut periode menunggu dan waspada. Sebab pada trimester ini ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. Trimester ketiga adalah persiapan aktif untuk kelahiran bayi dan menjadi orang tua, keluarga mungkin menduga-duga apakah bayinya laki-laki atau perempuan dan akan mirip siapa. (Varney,2006:501-504).

  1. 5.    Ketidaknyamanan kehamilan

Tabel 2.1

Ketidaknyamanan kehamilan trimester I,II, dan III

 

Trimester

Ketidaknyamanan

Fisiologi

Pendidikan untuk merawat sendiri

I Perubahan payudara, sensasi baru: nyeri, rasa geli (tingling) Hipertropi jaringan kelenjar mamaria dan peningkatan vaskularisasi, pigmentasi, ukuran serta penonjolan putting susu dan areola merupakan akibat stimulasi hormon. Kenakan korset maternitas yang memiliki pelapis untuk mengabsorpsi cairan yang mungkin keluar pada malam hari.Bersihkandengan air hangat dan jaga supaya tetap kering.
Urgensi dan sering berkemih Engorgement vaskular dan perubahan fungsi kandung kemih menurun seiring membesarnya rahim dan bagian bawah janin. Latihan kegel ; batasi masukan cairan sebelum tidur; gunakan pelapis pada celana dalam, rujuk ke tenaga kesehatan bila timbul nyeri dan sensasi terbakar.
Rasa lesu dan malas; keletihan (biasanya di awal kehamilan) Tidak dapat dijelaskan; dapat diakibatkan peningkatan kadar estrogen, progesteron, dan hCG atau peningkatan BBT; respon psikologis terhadap kehamilan dan kebutuhan secara fisik/psikologis untuk beradaptasi Beri kepastian yang melegakan; istirahat bila perlu; diet seimnbang untuk mencegah anemia.
Mual dan muntah, morning sickness timbul pada 50% sampai 75% wanita hamil; dimulai antara bulan pertama dan nkedua setelah terlambat menstruasi dan berlangsung sampai kira-kira bulan ke empat setelah terlambat menstruasi; jika ibu hamil tidak mengalami gejala ini, kemungkinan calon ayah yang merasakannya; dapat disertai dengan rasa tidak enak di mulut. Sebab tidak diketahui; dapat disebabkan oleh perubahan hormonal, mungkin hCG; sebagian mungkin disebabkan oleh emosi, mencerminkan rasa bangga terhadap kehamilan, ambivalensi tentang kehamilan, atau menolak kehamilan. Jangan biarkan perut kosong atau terlalu penuh; jaga postur tubuh, berikan lambung cukup ruang; hentikan atau kurangi mmerokok, konsumsi karbohidrat kering saat bangun tidur, tetap berbaring di tempat tidur sampai gejala mereda atau ganti konsumsi karbohidrat kering selama satu jam pertama dengan cairan, seperti teh panas, susu, atau kopi encer sampai gejala mereda; konsumsi lima makanan ringan setiap hari;hindari makanan yang di goreng, berbau, mengandung banyak bumbu, lemak, atau makanan penghasil gas; kunjungi tenaga kesehatan bila muntah terus menerus.
Ptilisme (saliva berlebihan) bisa timbul sejak minggu kedua dan ketiga setelah terlambat menstruasi.     Kemungkinan disebabkan oleh peningkatan kadar estrogen; dapat terjadi karena ibu hamil tidak sering menelan ludah akibat rasa mual. Gunakan obat cuci mulut astringen; kunyah permen karet; beri dukungan.
Dinamika psikososial, perubahan mood, perasaan yang bercampur aduk.     Perubahan hormonal dan metabolik; ditambah perasaan tentang peran wanita, seksualitas, waktu hamil,, dan perubahan yang dihasilkan pada kehidupan dan gaya hidup seseorang. Pengobatan sama dengan pencegahan; kedua pasangan perlu ditenangkan dan diberi dukungan; beri penjelasan bahwa wanita tetap menarik, dsb.; tingkatkan komunikasi dengan pasangan,keluarga dan oranglain; rujuk ke pekerja sosial bila perlu, atau beri pelayanan pendukung lain (bantuan finansial, kupon makanan)
II Pigmentasi lebih nyata, akne, kulit berminyak Hormon penstimulasi-melanosit (dari hipofisis anterior) Tidak dapat dicegah; biasanya menghilang pada masa nifas; beri pengertian kepada wanita dan keluarganya.
Spider nevi (telangiektasis) muncul selama trimester ke-2 atau ke-3 di leher, toraks, wajah, dan lengan. Jaringan arteriol (ujung arteri) dilatasi akibat peningkatan konsentrasi estrogen. Tidak dapat dicegah; biasanya menghilang pada masa nifas; jarang hilang secara keseluruhan.
Eritma pada telapak tangan terjadi pada 50% wanita hamil; dapat menyertai spider nevi Mottling kemerahan yang menyebar pada telapak tangan dan kulit di ujung jari dan basis ibu jari yang ditutupi daging dapat disebabkan oleh prediposisi genetik atau hiperestrogenisme. Tidak dapat dicegah; takinkan bahwa kondisi ini akan menghilang dalam 1 minggu setelah melahirkan.
Pruritus (tidak meradang) Sebab tidak diketahui; terdapat berbagai tipe sebagai berikut ;Non papular; papula prulitik yang menyatuPeningkatan funsi ekstetori kulit dan peregangan kulit merupakan faktor-faktor yang mungkin. Jaga kuku jari tetap pendek dan bersih; rujuk ke pemberi perawatan kesehatan untuk mendiagnosis penyebabTidak dapat dicegah; simptomatik;mandi keri; sedasi ringan.Distraksi; mandi tepid dicampur natrium bikarbonat atau air di campur makanan gandum; losion dan minyak; mengganti sabun atau mengurangi pemakaian sabun; pakaian longgar.
Palpitasi Tidak diketahui; tidak disertai kelainan jantung yang persisten. Tidak dapat dicegah; tenangkan pasien; rujuk ke pemberi perawatan kesehatan jika disertai gejala dekompensasi jantung.
Hipotensi supine (sindrom vena kava) dan bradikardi Saat wanita terlentang, uterus gravida menekan vena kava asenden; perfusi ginjal dan uterus-plasenta menurun. Posisi miring atau postur setengah duduk, dengan lutut sedikit fleksi.
Pingsan dan kadang-kadang sinkop (hipotensi ortostatik) dapat menetap sepanjang kehamilan Labilitas vasomotor atau hipotensi posturalakibat hormon; pada kehamilan tahap akhir dapat disebabkan oleh statis vena pada ekstermitas bawah. Latihan ringan, nafas dalam, menggerakkkan kaki ddengan cukup kuat; hindari perubahan posisi mendadak dan daerah yang padat dan hangat; bergerak dengan perlahan dan tenag; pertahankan lingkungan tetap sejuk; hindari hipoglikemia dengan mengkonsumsi 5-6 kali makanan porsi kecil setiap hari; memakai kaos kaki elastis; duduk sesuai kebutuhan; jika gejala serius, rujuk ke pemberi perawatan kesehatan.
Mengidam makanan Sebab tidak diketahui; makanan yang diidamkan sesuai dengan kultur atau daerah geografi. Tidak dapat dicegah; berikan apa yang diidamkan kecuali jika hal tersebut mengganggu diet yang seimabang; laporkan bila mengidam sesuatu yang tidak lazim.
Nyeri ulu hati (pirosis atau tidak dapat mencerna asam): sensasi terbakar di dada bagian bawah atau abdomen bagian atas, kadang-kadang disertai sendawa dan regurgitasi sedikit cairan yang terasa asam Progesteron memperlambat motilitas saluran GI dan pencernaan, mengubah arah peristaltik, merelaksasi sfingter jantung, dan menunda waktu pengosongan lambung, lambung bergeser ke arah atas dan di kompresi oleh uterus yang membesar Batasi atau hindari makanan yang berlemak atau makanan penghasi ga; pertahankan postur yang benar; beri susu sedikit-sedikit supaya rasa terbakar reda untuk sementara; minum teh panas;, mengunyah permen karet; dokter dapat meresepkan antasid diantara waktu makan, rujuk ke dokter jika gejala menetap.
Konstipasi Motilitas saluran GI menurun karena pengaruh progesteron, menyebabkan resopsi air meningkat dan tinja menjadi kering; usus halus dikompresi oleh uterus yang membesar; predisposisi konstipasi adalah penggunaan suplemen besi per oral Enam gelam air sehari; makan-makanan berserat; latihan ringan; jadwal buang air besar yang teratur; penggunaan teknik relaksasi dan nafas dalam ; jangan memakai obat peluank tinja, laksatif; minyak mineral, obat lain, atau enema tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter.
Buang angin disertai rasa kembung dan sendawa Motilitas GI menurun karena pengaruh hormon, menyebabkan bakteri memiliki cukup waktu untuk menghasilkan gas; menelan udara Kunyah makanan dengan perlahan dan seksama; hindari makanan yang menghasilkan gas, makanan berlemak, makanan porsi besar, latihan; pertahankan kebiasaan buang air besar yang teratur.
Varises dapat dikaitkan dengan nyeri tungkai dan nyeri tekan; dapat timbul pada tungkai dan vulva; hemoroid adalah varises di bdaerah perineum Predisposisi herediter; relaksasi dinding otot polos vena karena pengaruh hormon, menyebabkan vasokongesti pelvik; kondisi di perburuk oleh uterus yang membesar, gravitasi, mengedan saat buang air besar; ttrombus akibat varices di tungkai jarang terjadi, tetapi dapat diproduksi oleh hemoroid. Hindari obesitas; berdiri atau duduk terlalu lama, mengenakan pakaian ketat, dan konstipasi atau mengedan saat buang air besar; latihan ringan; istirahat dengan tungkai dan pinggang diangkat, memakai kaos kaki penopang,; hemoroid berupa trombus dapat di buang; hilangkan bengkak dan nyeri dengan mandi air hangat, kompres lokal denga astringen
Leukore: sering di temukan disepanjang masa hamil Serviks yang distimulasi oleh hormon menjadi hipertrofi dan hiperaktif, menghasilkan mukus dalam jumlah besar Tidak dapat dicegah; jangan mengirigasi vagina; jaga kebersihan; gunakan pelapis di perineum; tenangkan pasien; rujuk ke dokter bila disertai pruritus, bau busuk, atau ada perubahan ciri atau warna leukore.
Nyeri kepala ( sepanjang minggu ke-26) Ketegangan emosi (lebih umum dari pada mnyeri kepala migren vaskular); ketegangan mata( kesalahan  reflaksi ); pembengkakan vaskular dan kongesti sinus akibat stimulasi hormon Dukungan emosi; penyuluhan prenatal; lakukan relaksasi; rujuk ke dokter bila timbul sakit kepala “splitting” yang menetap setelah mengkaji adanya PIH.
Sindrom carpal tunnel (melibatkan ibu jari telunjuk dan jari tengah, bagian lateral jari kelingking) Kompresi saraf median akibat perubahan disekitar jaringan; nyeri baal, kesemutan, rasa terbakar, tidak mampu melakukan gerakan-gerakan terlatih (mengetik);menjatuhkan benda-benda yang dipegang. Tidak dapat dicega; naikan lengan yang terkena, belat lengan yang terkena dapat membantu; pembedahan adalah upaya kuratif.
Timbul baal, kesemutan di jari secara periodik (akrodisestisia) terjadi pada 5% wanita hamil Sindrom traksi pleksus brakialis akibat bahu yang terkulai selama hamil ( terjadi khususnya pada malam hari dan shubuh) Pertahankan postur tubuh yang benar; gunakan bra maternitas yang memberi topangan; yakinkan bahwa kondisi akan menghilang jika mengangkat dan membawa bayi tidak memperberat kondisi.
Nyeri ligamentum teres uteri (nyeri tekan) Peregangan ligamentum ini di sebabkan oleh uterus yang membesar. Tidak dapat di cegah; tenangkan, istirahat, mekanika tubuh yang baik untuk menghindari peregangan ligamnen berlebihan; menghilangkan keram dengan berjongkok atau mengangkat lutut ke arah dada.
Nyeri sendi, nyeri punggung, dan tekanan pada pelvis; hipermobilitas sendi Relaksasi sendi simfisis dan sendi sakroiliaka akibat pengaruh hormon, menyebabkan pelvis tidak stabil; bertambahnya lengkung lumbar dan servitokorakal disebabkan oleh perubahan pusat gravitasi akibat abdomen yang membesar. Mekanika tubuh dan postur yang benar; hindari keletihan; gunakan sepatu bertumit rendah; lakukan relaksasi; gunakan kasur yang padat; beri kompres hangat lokal atau kompres dingin dan gosok punggung; latihan panggul; istirahat; yakinkan bahwa kondisi akan hilang 6-8 minggu setelah melahirkan.
III Sesak nafas dan dispnea terjadi pada 60% wanita hamil Ekspansi diafragma terbatas karena uterus membesar: diafragma terangkat sekitar 4 cm; beberapa ibu merasa lebih lega setelah terjadi lightening. Postur tubuh yang baik; saat tidur, tambahkan bantal; hindari makan terlalu kenyang; berhenti merokok; rujuk ke pemberi perawatan kesehatan jika gejala memburuk untuk menyingkirkan kemungkinan anemia, emfisema, dan asma.
Insomnia (pada minggu-minggu akhir kehamilan) Grakan janin, kram otot, sering berkemih, sesak nafas, atau ketidaknyamanaan lain. Tenangkan klien, lakukan relaksasi; pijat punggung atau effleurage; topang bagian-bagian tubuh dengan bantal; minum susu hangat atau mandi air hangat sebelum istirahat.
Respon psikososial: perubahan mood, perasaan bercampur aduk, cemas meningkat. Adaptasi metabolik dan hormonal; perasaan dalam menghadapi pengalaman bersalin, melahirkan dan menjadi orang tua. Ketenangan dan dukungan dari orang-orang yang ddekat dan perawat; perbaiki komunikasi dengan pasangan, keluarga dan orang lain.
Gingivitis dan epulis ( hiperemia, hipertrofi, perdarahan, nyeri tekan): keadaan ini akan hilang dengan spontan satu sampai dua bulan setelah melahirkan Peningkatan vaskularitas dan proliferasi jaringan ikat akibat stimulasi estrogen. Diet seimbang yang mengandung protein, buah-buahan dan sayur-sayuran segar; sikat gigi dengan perlahan dan jaga kebersihan gigi; hindari infeksi.
Sering berkemih dan keinginan untuk berkemih kembali terasa Pembengkakan vaskular dan perubahan fungsi kandung kemih akibat pengaruh hormon; kapasitas kandung kemih menurun akibat pembesaran uterus dan bagian presentasi janin. Latihan kegel ; batasi masukan cairan sebelum tidur; gunakan pelapis pada celana dalam, rujuk ke tenaga kesehatan bila timbul nyeri dan sensasi terbakar.
Rasa tidak nyaman dan tekanan di perineum Tekanan akibat pembesaran uterus, terutama saat berdiri atau berjalan; kehamilan kembar. Istirahat, lakukan relaksasi dan upayakan postur tubuh benar; rujuk ke dokter untuk dikaji dan diobati jika terdapat nyeri; singkirkan kemungkinan akan bersalin.
Kontraksi braxton  Hicks Intensifikasi kontraksi uterus sebagai persiapan persalinan. Tenangkan klien; istirahat; ubah posisi; lakukan teknik bernafas saat kontraksi mengganggu; efflurage,singkirkan kemungkinan akan bersalin.
Kram tungkai (spasme gastro-knemius), terutama, saat berbaring Kompresi saraf yang mempersarafi ekstermitas bawah akibat pembesaran uterus; penurunan kadar uterus; penurunan kalium serum yang berdifusi atau peningkatan fosfor serum; faktor-faktor yang memperberat: keletihan, sirkulasi perifer yang buruk, berpijak pada jari kaki saat meluruskan kaki atau saat berjala, minum lebih dari 1 L susu setiap hari Singkirkan kemungkinan adanya bekuan darah dengan melakukan pemeriksaan tanda homans; jikan kemungkinan tersebut telah disingkirkan, lakukan massase dan kompres hangat pada otot yang kram; dorsofleksi kaki  sampai spasme hilang; berdiri di atas permukaan yang dingin; beri suplemen tablet kalsium laktat atau kalsium karbonat per oral; gel alumunium hidroksida  1 ons setiap kali makan fosfor hilang melalui absorpsi.
Edema di mata kaki (bukan pitting) sampai tungkai Edema menjadi lebih berat bila berdiri lama, duduk, postur buruk, kurang latihan, pakaian ketat ( misalnya, ikat kaos kaki), atau jika cuaca panas. Banyak minum air untuk memperoleh efek di uretik alami; kenakan kaos kaki penopang sebelum bangkit; istirahat secara periodik dengan tungkai dan pinggang ditinggikan, latihan ringan; rujuk ke dokter jika timbul edema; diuretik dikontraindikasikan.

(Bobak,dkk, 2004)

  1. 4.    Tanda bahaya kehamilan
  2. a.      Tanda bahaya kehamilan secara umum

1)  Perdarahan yang keluar dari jalan lahir

a)  Abortus

Abortus adalah pengakhiran kehamilan dengan cara apapun sebelum janin cukup berkembang untuk dapat hidup diluar kandungan. Bila abortus terjadi secara spontan dikenal dengan sebutan keguguran.

Ada beberapa bentuk abortus yang perlu diwaspadai yaitu abortus iminens yang ditandai dengan perdarahan pervagina, ada atau tidak disertai mules, masih ada tanda-tanda kehamilan; abortus adalah perdarahan dari uterus yang terjadi pada kehamilan kurang dari 28 minggu dengan dilatasi serviks yang meningkat dengan hasil konsepsi masih dalam uterus, ditandai adanya perdarahan pervagina, mules, tanda kehamilan positif; abortus inkomplitus yaitu pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan kurang dari 28 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus, ditandai dengan rasa nyeri, perdarahan pervagina banyak, tanda syok.

b)  Plasenta previa

Plasenta previa adalah keadaan ketika plasenta terletak ditempat yang tidak normal yakni di segmen bawah uterus sehingga menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum.

Plasenta previa terdiri dari:

(1). Plasenta previa totalis, jika plasenta menutupi seluruh permukaan.

(2). Plasenta previa lateralis, jika plasenta menutupi sebagian dari pembukaan.

(3). Plasenta previa marginalis, jika tepi plasenta mencapai pembukaan.

(4). Plasenta letak rendah, jika plasenta berada pada segmen bawah uterus, tetapi tidak mencapai jalan lahir.

Penyebab plasenta previa adalah terjadinya pertumbuhan plasenta di segmen bawah uterus yang tidak selalu dapat diterangkan dengan jelas, sehingga penyebab yang pasti tidak dapat ditentukan. Beberapa hal dianggap faktor predisposisi antara lain paritas tinggi dan usia. Gejalanya meliputi perdarahan yang timbul tanpa mules atau nyeri dan darah yang keluar berwarna merah segar.

c)  Solusio plasenta

Solusio plasenta adalah peristiwa terlepasnya plasenta dari tempatnya yang normal sebelum anak lahir. Sebab terjadinya solusio plasenta antara lain trauma, tali pusat pendek, hipertensi menahun, umur yang telah tua dan multi paritas tinggi.

Gejala solusio plasenta:

(1). Penderita mengeluh sakit perut terus menerus.

(2). Terjadi perdarahan pervagina yang berwarna kehitaman. Kadang-kadang jumlah darah yang keluar tidak sesuai dengan keadaan umur pasien.

(3). Pada palpasi uterus tegang dan bagian anak sulit diraba.

(4). Pucat, sesak nafas, anemia kadang-kadang sampai syok.

(5). Bunyi jantung janin negatif.

Kesimpulan setiap perdarahan yang keluar dari jalan lahir pada kehamilan adalah patologis dan harus mendapat perhatian serius agar sagera mendapat pertolongan.

2). Hiperemesis gravidarum

Rasa mual dan muntah biasanya dialami oleh ibu hamil dimulai antara periode pertama dan kedua terlambat haid. Jika keadaan tersebut berlebihan disebut hiperemesis. Penyebabnya tidak diketahui dengan jelas, mungkin diakibatkan oleh perubahan hormon, mungkin sebagian psikologis, refleks kebahagiaan, atau penolakan terhadap kehamilan.

Diagnosis hiperemesis, pada umumnya tidak sulit: jika muntah dalam kehamilan 1 – 4 bulan, pada setiap makan atau minum ibu mengalami muntah. Gejalanya bergantung pada ringan atau beratnya kelainan hiperemesis.

 

 

 

 

 

 

Table 2.2

Jenis dan gejala hiperemesis

 

No Jenis Gejala
1 Hiperemesis ringan
  • Berat badan menurun
  • Badan lemah dan lemas
  • Nafsu makan berkurang
  • Perasaan nyeri di ulu hati
2 Hiperemesis berat
  • Badan menjadi kurus
  • Kulit keriput, kering kadang-kadang ada kekuningan atau ada tanda dehidrasi
  • Lidah kering dan kotor
  • Mulut berbau
  • Nadi cepat
  • Suhu meningkat
  • Urin berkurang dan pekat

Albuminaria dan asetonuria

3 Hiperemesis sangat berat
  • Gangguan kesadaran, gelisah, koma.
  • Nadi kecil dan cepat.
  • Suhu meningkat
  • Pada hiperemesis sangat berat penderita pada umumnya tidak tertolong lagi.

Asuhan bersifat koreksi, dehidrasi dan ketidakseimbangan ecssfsfsfslektrolit. Bila dengan cara diatas keluhan dan gejala tidak mengurangi harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat pengobatan lebih lanjut.

3) Preeklampsia dan eklampsia

Preeklamsi adalah penyulit kehamilan yang ditimbulkan oleh kehamilan itu sendiri. Preeklamsi yang masih ringan hanya menunjukan gejala hipertensi yaitu adanya kenaikan tekanan darah diastolik lebih dari 90-110 mmhg dalam 2 pengukuran berjarak 1 jam pada kehamilan lebih dari 20 minggu. Dengan disertai proteinuria 1+.

Preeklamsi berat dapat diketahui dengan adanya kenaikan tekanan darah diastolik lebih dari 110 mmhg protienuria 2+, oliguria, hiperfleksia, gangguan penglihatan dan nyeri epigastrium. Eklamsi dapat diketahui dengan adanya tanda dan gejala seperti preeklamsi berat disertai kejang.

4). Ketuban pecah dini

Ketuban pecah dini dapat diketahui dengan adanya hal-hal seperti:

a)    cairan berupa air dari vagina setelah kehamilan 22 minggu

b)    Ketuban pecah dini terjadi sebelum proses persalinan berlangsung

c)    Pecahnya selaput ketuban dapat terjadi pada kehamilan preterm 37 minggu maupun kehamilan aterm.

5).   Gerakan janin tidak dirasakan

Gerak janin sudah dirasakan oleh ibu pada kehamilan minggu ke 10 jika ibu tidak merasakan gerakan janin sesudah kehamilan 22 minggu, kemungkinan dibawah ini akan terjadi (lihat kotak). Jika ditemukan hal dibawah ini pada ibu hamil cepat rujuk ke fasilitas kesehatan.

 

Tabel 2.3

Observasi gerakan janin dalam rahim

Gejala dan tanda selalu ada Gejala dan tanda kadang ada Kemungkinan
a.Gerak janin berkurang atau hilangb.Nyeri perut hilang, timbul atau menetapc.Perdarahan pervagina sesudah hamil 22 minggu
  1. Syok
  2. Uterus tegang atau kaku
  3. Gawat janin atau DJJ tidak terdengar
Solusio plasenta
a. Gerakan janin ada dan DJJ tidak adab.   Perdarahanc.   Nyeri perut hebat
  1. Syok
  2. Perut kembung atau cairan bebas intra abdomen
  3. Kontur uterus Abnormal
  4. Abdomen nyeri
  5. Bagian – bagian janin teraba
  6. Nadi ibu cepat
Ruptur Uteri
a.Gerak janin berkurang atau menghilangb.DJJ abnormal < 100x/ menit atau 180 X/menit
  1. cairan ketuban bercampur mekoneum
Gawat janin
a.  Gerak janin atau DJJ hilang a.Tanda-tanda kehamilan berhentib.Tinggi fundus uteri berkurangc.pembesaran uteri berkurang Kematian janin

(Salmah, 2006:99)

b. Tanda bahaya kehamilan berdasarkan trimester

1)    Trimester I

a)    Panas menggigil

b)    BAK terasa panas

c)    Kram hebat pada abdomen

d)    Pendarahan

2)    Trimester II

a)    Keluar ciran dari vagina (darah atau ketuban)

b)    Panas BAK atau menggigil

c)    Tidak ada gerakan janin

d)    Muntah hebat

3)    Trimester III

a)    Gangguan penglihatan

b)    Oedema

c)    Sakit kepala sering atau hebat

d)    Kejang

e)    Panas menggigil

f)     BAK panas

g)    Keluar cairan darah dari vagina

h)    Perubahan gerak anak

i)      Nyeri

  1. 7.    Kebutuhan dasar kehamilan
    1. a.   Oksigen

Kebutuhan oksigen wanita hamil meningkat kira-kira 20% sehingga untuk memenuhi kebutuhannya itu, wanita hamil selalu bernafas lebih dalam dan bagian bawah toraksnya juga melebar ke sisi. Pada kehamilan 32 minggu atau lebih, usus-usus tertekan oleh uterus yang membesar kearah diafragma sehingga diafragma sulit bergerak.

Akibatnya, tidak jarang wanita hamil mengeluh sesak nafas dan pendek nafas. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen ini, dapat dilakukan senam pernafasan.

  1. b.    Nutrisi

Selama kehamilan, terjadi peningkatan kalori sekitar 80.000 kilokalori sehingga dibutuhkan penambahan kalori sebanyak 300 kilokalori/hari. Penambahan kalori ini dihitung melalui protein, lemak yang ada pada janin, lemak pada ibu, dan konsumsi O2 ibu selama 9 bulan.

1)    Karbohidrat

Kebutuhan karbohidrat lebih kurang 65% dari total kalori sehingga perlu penambahan.

2)    Protein

Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan janin, uterus, payudara, hormon,, penambahan cairan darah ibu, dan persiapan laktasi. Kebutuhan protein adalah 9 gram/hari. Kebutuhan protein untuk fetus adalah 925 gram selama 9 bulan. Efisiensi protein 70%. Terdapat protein loss di urine +30%.

3)    Lemak

Selama hamil, terdapat lemak sebanyak 2-25 kg dan peningkatan terjadi mulai bulan ke-3 kehamilan. Penambahan lemak tidak diketahui, namun kemingkinan dibutuhkan untuk proses laktasi yang akan datang.

4)    Mineral

Ferum (Fe)

a)    Dibutuhkan untuk pembentukan Hb, terutama hemodilusi.

b)    Pemasukan harus adekuat selama hamil untuk mencegah anemia.

c)    Wanita hamil memerlukan 800 mg atau 30-50 gram/hari.

d)    Anjuran maksimal : penambahan mulai awal kehamilan, karena pemberian yang hanya pada trimester III tidak dapat mengejar kebutuhan ibu/fetus dan juga untuk cadangan fetus.

Kalsium (Ca)

a)    Diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi.

b)    Vitamin D membantu penyerapan kalsium.

c)    Kebutuhan 30-40 g/hari untuk janin.

d)    Wanita hamil perlu tambahan 600 mg/hari.

e)    Total kebutuhan ibu hamil selama kehamilan adalah 1200 mg/hari.

Natrium (Na)

a)    Natrium bersifat mengikat cairan sehingga akan mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh.

b)    Ibu hamil normal kadar natriumnya bertambah 1,6-88 gram/minggu sehingga cenderung akan timbul edema.

c)    Dianjurkan ibu hamil mengurangi makanan yang mengandung natrium.

5)    Vitamin

Tabel 2.4

Jenis dan fungsi vitamin

 

Jenis Fungsi
Vitamin A untuk kesehatan kulit, membran mukosa, membantu penglihatan pada malam hari, dan menyiapkan vitamin A bagi bayi.
Vitamin D  Untuk absorpsi dan metabolisme kalsium fosfor.
Vitamin E Dibutuhkan penambahan +10 mg.
Vitamin K Untuk pembentukan protombin.
Vitamin B kompleks  Untuk pembentukan enzim yang diperlukan dalam metabolisme karbohidrat.
 Vitamin C Untuk pembentukan kolagen dan darah yang membantu penyerapan Fe.
Asam folat  Untuk pembentukan sel-sel darah, untuk sintesis DNA, serta untuk pertumbuhan janin dan plasenta.

6)    Air

Bertambah 7 L. Untuk volume dan sirkulasi darah bertambah  25 % sehingga dengan demikian fungsi jantung dan alat-alat lain akan meningkat.

  1. c.    Peningkatan Berat Badan

Peningkatan berat badan sangat menentukan kelangsungan akhir kehamilan. Bila ibu hamil kurus atau gemuk sebelum hamil akan menimbulkan resiko pada janin terutama apabila peningkatan atau penurunan sangat menonjol. Bila sangat kurus maka akan melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR), namun berat badan bayi dari ibu hamil dengan berat badan normal atau kurus lebih dipengaruhi oleh peningkatan atau penurunan berat badan selama hamil.

Sebab-sebab terjadinya penurunan atau peningkatan berat badan yang mencolok, yaitu multipara, edema, hipertensi kehamilan, makan berlebih/banyak. Pada obesitas, cenderung terjadi makrosomia dan disproporsi sefalopelviks.

IMT (Indek Masa Tubuh)

          Dengan IMT akan diketahui apakah berat badan seseorang dinyatakan normal, kurus atau gemuk. Penggunaan IMT hanya untuk orang dewasa  berumur > 18 tahun dan tidak dapat diterapkan pada bayi, anak, remaja, ibu hamil, dan olahragawan.

Untuk mengetahui nilai IMT ini, dapat dihitung dengan rumus berikut:                                                  Berat Badan (Kg)

IMT     = ——————————————————-

Tinggi Badan (m) X Tinggi Badan (m)

Batas ambang IMT ditentukan dengan merujuk ketentuan FAO/WHO, yang membedakan batas ambang untuk laki-laki dan perempuan. Disebutkan bahwa batas ambang normal untuk laki – laki adalah: 20,1 – 25,0; dan untuk perempuan adalah : 18,7-23,8. Untuk kepentingan pemantauan dan tingkat defesiensi kalori ataupun tingkat kegemukan, lebih lanjut FAO/WHO menyarankan menggunakan satu batas ambang antara laki-laki dan perempuan. Ketentuan yang digunakan adalah menggunakan ambang batas laki-laki untuk kategori kurus tingkat berat dan menggunakan ambang batas pada perempuan untuk kategori gemuk tingkat berat.

Untuk kepentingan Indonesia, batas ambang dimodifikasi lagi berdasarkan pengalam klinis dan hasil penelitian dibeberapa negara berkembang.  Pada akhirnya diambil kesimpulan, batas ambang IMT untuk Indonesia adalah sebagai berikut:

Tabel 2.5

Indeks Masa Tubuh (IMT)

Nilai IMT mempunyai rentang

19,8-26,6

Normal

<19,8

Underweigh

26,6-29,0

Overweight

>29,0

Obesitas

 

 

                                     

                     

                                   (Salmah, 2006:113)

Jika seseorang termasuk kategori :

IMT < 17,0: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan berat badan tingkat berat atau Kurang Energi Kronis (KEK) berat.IMT 17,0 – 18,4: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan berat badan tingkat ringan atau KEK ringan.

Indeks massa tubuh adalah berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan tinggi badan (dalam m2). (Bobak, 2004 : 204)

Kecepatan peningkatan berat yang direkomendasikan mencapai 1-2 kg selama trimester pertama dan kemudian 0,4 kg per minggu untuk wanita yang memiliki berat standar terhadap tinggi badan (BMI 19,8 sampai 26). Peningkatan berat progresif secara bertahap pada dua trimester terakhir umumnya merupakan peningkatan jaringan lemak dan jaringan tidak berlemak. Selama trimester dua, peningkatan terutama pada ibu, sedangkan pada trimester ketiga kebanyakan merupakan pertubuhan janin.  (Bobak, 2004 : 205)

Tabel 2.6

Rekomendasi Rentang Pertambahan Berat Badan Total pada Wanita Hamil dilihat dari IMT Prakehamilan

Kategori IMT

Pertambahan Berat Badan (Kg)

Rendah (< 19,8) 12,5-18
Normal (19,8 sampai 26,0) 11,5-16
Tinggi (26,2 – 29) 7-11,5

(Varney, 2001 : 115)

  1. d.    Higiene Personal

Mandi diperlukan untukmenjaga kebersiihan/ higiene terutama perawatan kulit, karena fungsi eksresi dan keringat bertambah. Dianjurkan menggunakan sabun yang lembut atau ringan. Mandi berendam tidak dianjurkan. Hal yang perlu diperhatikan adalah:

1)    Tidak mandi air panas,

2)    Tidak mandi air dingin,

3)    Pilih antara shower dan bak mandi sesuai dengan keadaan personal,

4)    Pada kehamilan lanjut, shower lebih aman daripada bak mandi (bath tub).

a)    Perawatan gigi

Saat hamil sering terjadi karies yang berkaitan dengan emesis-hiperemesis gravidarum, hipersalivasi dapat menimbulkan timbunan kalsium di sekitar gigi. Memeriksakan gigi saat hamil diperlukan untuk mencari kerusakan gigi yang dapat menjadi sumber infeksi.

b)    Pakaian

Pakaian yang dikenakan harus longgar, bersih dan tidak ada ikatan yang ketat pada daerah perut. Selain itu, wanita dianjurkan menggunakan bra yang menyokong payudara dan memakai sepatu dengan hak yang tidak terlalu tinggi, karena titik berat wanita hamil berubah.

Pakaian dalam yang digunakan harus selalu bersih dan menyerap keringat. Dianjurkan pula memakai pakaian dan pakaian dalam dari bahan katun yang dapat menyerap keringat. Pakaian dalam harus selalu kering dan harus sering diganti.

  1. e.    Eliminasi

Wanita dianjurkan untuk defekasi teratur dengan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat seperti sayuran. Selain itu, perawatan perineum dan vagina dilakukan setelah BAK/BAB dengan cara membersihkan dari depan ke belakang, menggunakan pakaian dari bahan katun, sering mengganti pakaian dalam, dan tidak melakukan douching/pembilasan.

  1. f.     Seksual

Berdasarkan beberapa penelitian, terdapat perbedaan respon fisiologis terhadap seks antara ibu hamil dan wanita tidak hamil. Terdapat empat fase selama siklus respon seksual, antara lain:

1)    Fase gairah seksual

Labia mayora

a)    Nulipara/tidak hamil         : pembesaran labia mayora sama.

b)    Multipara  : labia mayora lebih membesar daripada nulipara.

c)    Labia minora : nuli dan multipara sama dengan pembesaran 2-3x.

2)    Fase plateu

Lanjutan dari fase gairah seksual menuju orgasmus.

a)    Terjadi perubahan warna kulit labia minora dari warna merah muda menjadi merah sekali bersamaan dengan orgasme.

b)    Umumnya, wanita hamil dan tidak hamil pada fase ini.

3)    Fase orgasmus

a)    Merupakan puncak dari respon seksual.

b)    Pada wanita hamil, terjadi kontraksi 1/3 distal dari vagina dan uterus.

c)    Selama trimester III, khususnya pada minggu ke-4 terakhir kehamilan, uterus mengalami spasme tonik, disamping ritme kontraksi yang teratur.

4)    Fase resolusi

a)    Umumnya pada ibu hamil, kembalinya darah tidak seluruhnya karena tingkat ketegangan seksual ibu hamil lebih tinggi dibandingkan wanita tidak hamil.

b)  Perasaan bahagia tidak mengurangi ketegangan untuk beberapa waktu.

Hubungan seksual tidak dilarang selama kehamilan, kecuali pada keadaan-keadaan tertentu seperti :

(1)  Terdapat tanda-tanda infeksi (nyeri, panas)

(2)  Sering terjadi abortus/prematur

(3)  Terjadi perdarahan pe vaginam pada saat koitus

(4)  Pengeluaran cairan yang mendadak.

Sebaiknya koitus dihindari pada kehamilan muda sebelum kehamilan 16 minggu dan pada hamil tua, karena akan merangsang kontraksi.

  1. g.    Mobilisasi atau mekanik tubuh

Postur tubuh, lifting (mengangkat), bangun dari posisi jongkok/duduk (bend kness [menkuk lutut], turn to slide [berbalik badan], menahan tangan dari posisi duduk).

  1. h.    Istirahat/tidur

Wanita pekerja harus istirahat. Tidur siang menguntungkan dan baik untuk kesehatan. Tempat hiburan yang terlalu ramai, sesak, dan panas lebih baik dihindari karena dapat mengakibatkan jatuh pingsan.

  1. i.      Imunisasi

Terutama imunisasi tetanus toksoid untuk melindungi bayi terhadap penyakit tetanus noenatorum. Imunisasi dilakukan pada trimester 1/II pada kehamilan 3-5 bulan dengan interval minimal 4 minggu. Lakukan penyuntikan secara IM (intramuskular) dengan dosis 0,5 ml. Imunisasi yang lain diberikan sesuai indikasi. (Yulaikhah, 2008 : 59)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 2.7

Imunisasi TT

 

Antigen

Interval Waktu

Lama Perlindungan

Presentase Perlindungan

TT1

Kunjungan 1 ANC

TT2

4 minggu setelah TT1

3 tahun

80

TT3

6 bulan setelah TT2

5tahun

95

TT4

1 tahun setelah TT3

10 tahun

99

TT5

1 tahun setelah TT4

Seumur hidup

99

( Sarwono, 2006  )

  1. j.      Berpergian ( Travelling)

Berpergian dengan pesawat udara biasa tidak perlu dikhawatirkan karena tidak membahayakan kehamilan. Tekanan udara didalam kabin penumpang telah di atur sesuai atmosfer biasa.

  1. k.    Pekerjaan

Hindari pekerjaan yang membahayakan atau terlalu berat atau berhubungan dengan radiasi atau bahan kimia, terutama pada usia kehamilan muda.

  1. l.      Pemberian Obat-Obatan

Pengobatan penyakit saat hamil harus selalu memperhatikan apakah obat tersebut tidak berpengaruh terhadap tumbuh-kembang janin (Yulaikha,2008:52 ).

  1. m.   Persiapan Persalinan

Kecemasan dapat meningkat karena keadaan jalan lahir dan anaknya selama proses persalinan. Banyak wanita takut nyeri atau kerusakan karena mereka tidak mengetahui tentang anatomi dan proses persalinan.

Pada saat demikian dapat diterangkan bahwa permulaan persalinan dapat ditandai dengan gejala-gejala sebagai berikut :

1)  Perut mulai tegang dan mengencang secar teratur setiap 10 atau 15 menit.

2)  Keluar lendir berdarah.

3)  Ibu merasa sakit pinggang, rasa nyeri yang menjalar ke bagian perut bawah.

4) Kadang-kadang keluar cairan dari vagina. (Salmah, dkk, 2006 ).

Apabila ibu merasakan salah satu tanda di atas hendaknya segera pergi ke tempat bersalin yang sudah disepakati antara suami dan istri serta keluarga lainnya. Misalnya ke puskesmas, rumah bersalin, rumah sakit, atau di tempat pertolongan swasta lainnya. (Salmah, dkk, 2006 ).

Jika ibu ingin bersalin di rumah, segera memanggil petugas kesehatan. Sambil menunggu kedatangan petugas, hendaknya disiapkan peralatan yang dibutuhkan seperti tempat bersalin, air panas dalam waskom, tempat merebus air, dan alat keperluan ibu dan bayi. Jika ibu sudah merncanakan ingin bersalin di rumah sakit atau rumah bersalin perlu mempersiapkan koper/ tas yang berisi pakaian bayi dan pakaian ibu khususnya pembalut yang dapat meresap. (Salmah, dkk, 2006 ).

Persiapan persalinan yang perlu diperhitungkan juga adalah transportasi, misalnya jarak tempuh dari rumah ke tujuan membutuhkan berapa lama, jenis alat transportasi, sulit atau mudahnya jarak yang di tempuh, karena hal ini akan mempengaruhi keterlambatan pertolongan. Untuk mengurangi tingkat kecemasan dari sisi sosial ekonomi disarankan, keluarga sudah mengikuti kelas menjadi orang tua mulai dari trimester I, II, dan III. Agar proses persalinan berjalan secara normal, ibu selamat,dan bayinya sehat perlu direncanakan jauh sebelum masa persalinan tiba dengan cara menabung, dapat melalui arisan, tabungan ibu bersalin (tabulin) atau menabung di bank. (Salmah, dkk, 2006 ).

  1. n.    Senam Hamil

Tujuan senam hamil yaitu memberikan dorongan serta melatih jasmani dan rohani dari ibu secara bertahap agar ibu dapat menghadapi persalinan dengan tenang, sehingga persalinan dapat berjalan lancar dan mudah.

Manfaat senam hamil secra teratur dan terukur :

1)    Memperbaiki sirkulasi darah

2)     Mengurangi pembengkakan

3)     Memperbaiki keseimbangan otot

4)     Mengurangi risiko gangguan gastrointestinal, termasuk sembelit

5)     Mengurangi kram/kejang kaki

6)     Menguatkan otot perut

7)     Mempercepat proses penyembuhan setelah melahirkan

  1. o.    Persiapan Laktasi

Tujuannya yaitu memelihara hygiene payudara, melenturkan menguatkan puting susu, pengeluaran puting susu yang datar atau masuk kedalam.

Teknik dengan cara kompres puting susu dan area sekitarnya dengan menempelkan kapas yang dibubuhi minyak, bersihkan puting susu dan sekitar dengan handuk kering yang bersih. Pegang kedua puting susu dan tarik keluar bersama dan putar kedalam 10 – 15x dan keluar 10 – 15x, pangkal payudara dipegang kedua tangan lalu diurut dari pangkal keputing susu 30x, pijat daerah areola susu tersumbat atau tidak, pakailah BH yang menopang payudara.

  1. p.    Kunjungan kehamilan

Kunjungan antenatal memberi manfaat dengan ditemukannya berbagai kelainan yang menyertai kehamilan secara dini sehingga dapat diperhitungkan dan dipersiapkan langkah-langkah pertolongan persalinanya. Ibu hamil dianjurkan untuk melakukan pengawasan antenatal minimal sebanyak 4 kali, yaitu 1 kali pada trimester I, 1 kali pada trimester II, dan 2 kali pada trimester III. (Lily, 2008 : 48-67)

  1. 8.    Pemeriksaan kehamilan

Baru dalam setengah abad ini diadakan pengawasan wanita hamil secara teratur dan tertentu. Dengan usaha itu ternyata angka mortalitas serta morbiditas ibu dan bayi jelas menurun.

Tujuan pengawasan wanita hamil adalah menyiapkan sebaik-baiknya fisik dan mental, serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas, sehingga keadaan postpartum sehat dan normal, tidak hanya fisik akan tetapi juga mental (Wiknjosastro,2002:154).

  1. a.    Tujuan asuhan kehamilan

1)    Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi

2)    Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan social ibu dan bayi

3)    Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum

4)    Mempersiapkan pesalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu maupun bayinya

5)    Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI

6)    Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal.

(Wiknjosastro,2002:154).

  1. b.    Kebijakan Tekhnis Pemeriksaan

Penilaian klinik merupakan proses yang berkelanjutan dimulai pada kontak pertama antara petugas kesehatan dengan ibu hamil dan secara optimal berakhir pada pemeriksaan 6 minggu setelah persalinan. Pada setiap kunjungan antenatal, petugas mengumpulkan dan menganalisis data mengenai kondisi ibu melalui:

1)    Anamnesis

a)    Identitas: Nama, umur, pekerjaan, nama suami, agama dan alamat

Tujuan: Untuk mengidentifikasi (mengenal) penderita dan menentukan status social ekonominya yang harus kita ketahui misalnya untuk menentukan anjuran apa atau pengobatan apa yang akan di berikan. Umur penting, karena ikut menentukan prognosa kehamilan, kalau umur terlalu lanjut atau terlalu muda maka persalinan lebih banyak resikonya. Primigravida tua ialah wanita yang pertama kali hamil sedangkan umurnya sudah mencapai 35 tahun atau lebih. Tentu para primi tua kemungkinan kurang lancarnya persalinan lebih besar, maka pemeriksaan dan pemimpinan persalinan harus secermat-cermatnya. Begitu pula halnya dengan primigravida muda ialah seorang primigravida yang belum mencapai umur 16 tahun.

b)    Keluhan Utama

Apakah penderita datang untuk pemeriksaan kehamilan ataukah ada pengaduan-pengaduan lain yang penting.

c)     Tentang Haid

(1)  Menarche.

(2)  Haid teratur atau tidak dan siklus.

(3)  Lamanya haid.

(4)  Banyaknya darah.

(5)  Sifatnya darah cair atau berbeku-beku, warnanya, baunya.

(6)  Haid nyeri atau tidak.

(7)  Haid yang terakhir.

Anamnesa haid memberikan kesan pada kita tentang faal alat kandungan. Haid terakhir, teratur tidaknya haid, dan siklusnya dipergunakan untuk memperhitungkan tanggal persalinan. Yang dimaksud dengan haid terakhir ialah hari pertama haid yang terakhir.

d)    Tentang Pernikahan

(1)  Kawin atau tidak

(2)  Berapa kali menikah

(3)  Berapa lama menikah

e)    Kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu

Kehamilan adakah gangguan seperti perdarahan, muntah yang sangat. Persalianan spontan, buatan, aterm, premature, ditolong oleh paraji atau bidan/dokter. Nifas demam, perdarahan, laktasi. Anal jenis kelamin, berat badan, hidup atau tidak. Kalau meninggal umur dan sebab meninggal. Mempengaruhi prognosis persalinan dan pimpinan persalinan.

f)     Kehamilan sekarang

Bila mulai merasa pergerakan anak. Kalau kehamilan masih muda adakah mual, muntah sakit kepala, dan perdarahan. Kalau kehamilan sudah tua adakah bengkak atau muka, sakit kepala, perdarahan, sakit pinggang. Keluhan ini harus selalu di ingat dalam memberi pengobatan.

g)    Anamnesa keluarga

Adakah penyakit keturunan dalam keluarga anak kembar atau penyakit menular yang dapat mempengaruhi persalinan.

h)    Kesehatan badan

Pernahkah sakit keras atau dioperasi.

Bagaimana nafsu makan, miksi dan defekasi

Dari anamnesa harus kita mempunyai kesan tentang keadaan penderita dan kemudian akan di cocokan dengan pendapatan dari pemeriksaan badan.

2)    Pemeriksaan fisik pada ibu hamil

Pemeriksaan fisik pada ibu hamil dapat dilakukan dengan beberapa pemeriksaan. Secara umum meliputi pemeriksaan umum dan pemeriksaan kebidanan.

a)    Pemeriksaan umum

Pemeriksaan umum meliputi pemeriksaan jantung dan paru-paru, reflek, serta tanda-tanda vital seperti tekanan darah, denyut nadi, suhu, dan pernafasan. Pemeriksaan umum pada ibu hamil bertujuan untuk menilai keadaan umum ibu, status gizi, tingkat kesadaran, sreta ada tidaknya kelainan bentuk badan. (Hidayat, 2009:142)

b)    Pemeriksaan kebidanan

(1)  Inspeksi, dilakukan untuk menilai keadaan ada tidaknya cloasma gravidarum pada muka/wajah, pucat atau tidak pada selaput mata, dan ada tidaknya edema. Pemeriksaan selanjutnya adalah pemeriksaan pada leher untuk menilai ada tidaknya pembesaran kelenjar gondok atau kelenjar limfe. Pemeriksaan dada untuk menilai bentuk buah dada dan pigmentasi putting susu. Pemeriksaan perut untuk menilai apakah perut membesar kedepan atau kesamping, keadaan pusat, pigmentasi linea alba, serta ada tidaknya striae gravidarum. Pemeriksaan vulva untuk menilai keadaan perineum, ada tidaknya tanda chadwik, dan adanya fluor. Kemudian pemeriksaan ekstermitas untuk menilai ada tidaknya varises.

(2)  Palpasi: untuk menentukan besarnya rahimdengan menentukan usia kehamilan serta menentukan letak anak dalam rahim.

Perlu juga diraba apakah ada tumor lain di dalam rongga perut, cysta, myoma, atau limpa yang membesar.

Cara melakukan palpasi menurut Leopold yang terdiri atas 4 bagian:

GBR. 2.2. Leopold

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 2.8

Fungsi leopold

Leopold Fungsi
Leopold I menentukan usia kehamilan dan bagian yang terdapat di dalam fundus
Leopold II menentukan dimana letaknya punggung anak dan di mana letaknya bagian-bagian kecil
Leopold III menentukan apa yang terdapat di bagian bawah dan apakah bagian bawah anak ini
Leopold IV menentukan apakah yang menjadi bagian bawah dan berapa masuknya bagian bawah ke dalam rongga panggul.

(Hidayat, 2009:142)

Umur kehamilan berdasarkan tinggi fundus uteri:

GBR. 2-3 Tinggi Fundus menurut usia kehamilan normal dengan satu janin. Garis putus-putus menunjukan tinggi setelah janin masuk ke pintu atas panggul.(diambil dari http://www.google.co.id).

                           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 2.9

Umur kehamilan menurut TFU

 

Umur kehamilan Tinggi fundus uteri
Sebelum bulan ke III fundus uteri belum dapat diraba dari luar.
Akhir bulan III (12 minggu) 1-2 jari atas symphysis.
Akhir bulan IV (16 minggu) antara symphysis dan pusat.
Akhir bulan V (20 minggu) 3 jari bawah pusat
Akhir bulan VI (24 minggu) setinggi pusat.
Akhir bulan VII (28 minggu) 3 jari atas pusat.
Akhir VIII (32 minggu) pertengahan prosesus xyphodeus pusat

Manuaba, 2002:13)

Untuk Menghitung umur kehamilan dengan hubungan tinggi fundus uteri  adalah :

Aturan McDonald dapat digunakan oleh beberapa pemeriksa untuk menguatkan ketepatan pengukuran tinggi fudus selama trimester kedua dan ketiga sebagai berikut:

Tinggi fundus (cm)x 2/7 (atau+3,5)=Durasi kehamilan dalam bulan

Tinggi fundus (cm)x8/7= durasi kehamilan dalam minggu

(Bobak,2004:174)

(3)  Auskultasi

Dilakukan dengan stetoskop monoaural untuk mendengarkan bunyi jantung anak, bising tali pusat, gerakan anak, bising rahim, bunyi aorta, serta bising usus. Bunyi jantung anak dapat di dengar pada akhir bulan ke-5, walaupun dengan ultrasonografi dapat diketahui pada akhir bulan ke-3. Bunyi jantung anak dapat terdengar dikiri dan kanan dibawah tali pusat bila presentasi kepala. Bila terdengar setinggi tali pusat, maka presentasi di daerah bokong. Bila terdengar pada pihak berlawanan dengan bagian kecil, maka anak fleksi dan bila sepihak maka defleksi.

Dalam keadaan sehat, bunyi jantung antar 120-140 kali per menit. Bunyi jantung dihitung dengan mendengarkannya selama 1 menit penuh. Bila kurang dari 120 kali atau lebih dari 140x permenit, kemungkinan dalam keadaan gawat janin. Selain bunyi jantung anak, dapat di dengarkan bising tali pusat seperti meniup. Kemudian bising rahim seperti bising yang frekuensinya sama seperti denyut nadi ibu, bunyi aorta frekunsinya sama dengan denyut nadi dan bising usus yang sifatnya tidak teratur. (Hidayat, 2009:142-145)

  1. c.    Kebijakan Program Pemeriksaan

1)    Standar kunjungan pemeriksaan kehamilan

Setiap wanita hamil menghadapi resiko komplikasi yang bisa mengancam jiwanya, oleh karena itu setiap wanita hamil memerlukan sedikitnya empat kali kunjungan selama periode antenatal yaitu :

a)    Satu kali kunjungan selama trimester pertama (sebelum minggu ke 14)

b)    Satu kali kunjungan selama trimester kedua (antara minggu 14 – 28)

c)    Dua kali kunjungan selama trimester ketiga (antara minggu 28 – 36 dan sesudah minggu ke 36)

2)    Standar pelayanan asuhan kehamilan (7T)

a)    (Timbang) berat badan

Peningkatan berat badan sangat menentukan kelangsungan hasil akhir kehamilan. Bila ibu hamil kurus atau gemuk sebelum hamil akan menimbulkan risiko pada janin terutama apabila peningkatan atau penurunan sangat menonjol. Bila sangat kurus maka akan melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR), namun berat badan bayi dari ibu hamil dengan berat badan normal atau kurus, lebih dipengaruhimoleh peningkatan atau penurunan berat badan selama hamil.

Cara yang dipakai untuk menentukan berat badan menurut tinggi badan adalah menggunakan indeks massa tumbuh (IMT) dengan rumus berat badan dibagi tinggi badan pangkat 2.Contoh, wanita dengan berat badan 1,57 meter. Maka IMT-nya 51/(157)2 = 20,7.

Nilai IMT mempunyai rentang,

  • Ø 19,8-26,6       Normal
  • Ø <19,8             Underweight
  • Ø 26,6-29,0       Overweight
  • Ø >29,0             Obesitas

Penambahan berat badan per trimester penting dari pada penambahan berat badan keseluruhan. Pada trimester pertama peningkatan berat badan hanya sedikit, antara 0,7 sampai 1,4 kg. pada trimester berikutnya akan terjadi peningkatan berat badan yang dapat dikatakan teratur, yaitu 0,35-0,4 kg per minggu.

(Salmah, 2006: 111-113)

Tabel 2.10

Penambahan Berat Badan Pada Ibu Hamil

Komponen pertambahan berat badanibu selama kehamilan
Jaringan ekstrauterin 1  kg
Janin 3-3,8 kg
Cairan amnion 1 kg
Plasenta 1-1,1 kg
Payudara 0,5-2 kg
Tambahan darah 2-2,5 kg
Tambah cairan jaringan 1,5-2,5 kg
Tambahan jaringan lemak 2-2,5 kg
Total 11,5-16 kg

 

 

                               

 

 

 

 

 

 

(Salmah, 2006:111)                 

b)    Ukur tekanan darah

Ukuran tekanan darah yang normal pada ibu hamil adalah kurang dari 140/90. (Saifuddin,2006)

c)    Ukur tinggi fundus uteri

Tabel 2.11

Perbandingan Tinggi Fundus Dengan Usia Kehamilan

UsiaKehamilan                     Tinggi Fundus
Dalam cm Menggunakan penunjuk – penunjuk badan
12 Minggu Teraba diatas simfisis pubis
16 Minggu Di tengah, antara simfisis pubis dan umbilicus
20 Minggu 20 cm (± 2 cm) Pada umbilicus
24 Minggu Usia kehamilan dalam minggu=23 cm (± 2 cm)
28 Minggu 26 cm (± 2 cm) Di tengah, antara umbilikus dan prosesus sifoideus
32 Minggu Usia kehamilan dalam minggu = 30 cm (±2 cm)
36 Minggu 33 cm (±2 cm) Pada prosesus sifoidus

 

 

 

(Wijayanegara, 1983:162-164)

d)     Pemberian imunisasi (Tetanus Toksoid) TT lengkap

Tabel 2.12

Imunisasi TT

 

Antigen Interval(selang waktu minimal ) LamaPerlindungan % per-lindungan
TT1 Pada kunjungan antenatal pertama
TT2 4 Minggu  setelah TT1 3 Tahun 80
TT3 6 Bulan setelah TT2 5 Tahun 95
TT4 1 Tahun setelah TT3 10 Tahun 99
TT5 1 Tahun setalah TT4 25 Tahun/seumur hidup 99

(Kusmiati, 2009: 169)

e)    Pemberian Tablet zat besi, minimum 90 tablet selama kehamilan

Pemberian tablet zat besi selama kehamilan minimum 90 tablet selama kehamilan. Dimulai dengan memeberikan satu tablet sehari sesegera mungkin setelah rasa mual hilang. Tiap tablet mengandung FeSO4 320 mg (zat besi 60 mg) dan Asam folat 500 µg, minimal masig-masing 90 tablet. Tablet besi sebaiknya tidak diminum bersama teh dan kopi, karena akan mengganggu penyerapan. (Saifuddin,2006)

f)     Tes terhadap penyakit menular seksual

g)    Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan

( Saifudin, 2006)

  1. 9.    Diagnosa kehamilan

Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus adalah kira-kira 280 hari (40 minggu), dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu). Kehamilan 40 minggu ini disebut kehamilan matur (cukup bulan). Bila kehamilan lebih dari 43 minggu disebut kehamilan postmatur. Kehamilan antara 28 dan 36 minggu disebut kehamilan premature. Kehamilan yang terakhir ini akan mempengaruhi viabillitas (kelangsungan hidup) bayi yang dilahirkan, karena bayi yang terlalu muda mempunyai prognosis buruk. (Wiknjosastro, 2002:125)

Di tinjau dari tuanya kehamilan, kehamilan dibagi dalam tiga bagian, yaitu:

  1. kehamilan triwulan pertama (antara 0 – 12 minggu)
  2. kehamilan triwulan kedua (antara 12 – 28 minggu)
  3. kehamilan triwulan terakhir (antara 28 – 40 minggu).

Dalam triwulan pertama alat-alat mulai dibentuk. Dalam triwulan kedua alat-alat telah dibentuk, tetapi belum sempurna dan viabilitas janin masih disangsikan. Janin yang dilahirkan dalam trimester terakhir telah dapat hidup.

Bila hasil konsepsi dikeluarkan dari kavum uteri pada kehamilan di bawah 20 minggu, disebut abortus. Bila hal ini terjadi di bawah 38 minggu sampai 40 minggu disebut partus aterm. (Wiknjosastro, 2002: 125)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s