skor bishop

Faktor Nilai Ket
0 1 2 3
Pembukaan serviks 0 1-2 3-4 ≥ 5 Pembukaan adalah ukuran diameter leher rahim yang teregang. Ini melengkapi pendataran, dan biasanya merupakan indikator yang paling penting dari kemajuan melalui tahap pertama kerja. 
Pendataran serviks (%) 0-30 40-50 60-70 ≥ 80 Pendataran adalah ukuran regangan sudah ada di leher rahim. Hal ini dianalogkan dengan meregangkan karet gelang; sebagai karet ditarik lebih jauh, hal itu menjadi lebih kurus. Hal ini dipengaruhi oleh variasi individu dan operasi sebelumnya seperti loop eksisi untuk displasia serviksatau kanker. 
Penurunan kepala diukur dari bidang HIII (cm) -3 -2 -1, 0 +1, +2 Penurunan Kepala menggambarkan posisi janin “kepala dalam hubungannya dengan jarak dari iskiadika punggung,yang dapat teraba jauh di dalam vagina posterior (sekitar 8-10cm) sebagai tonjolan tulang. Angka negatif menunjukkan bahwa kepala lebih dalam, di atas punggung iskiadika. 
Konsistensi serviks Keras Sedang Lunak Dalam primigravidleher rahim perempuan biasanya lebih keras dan tahan terhadap peregangan, seperti sebuah balon yang belum sebelumnya meningkat.. Lebih jauh lagi, pada wanita muda serviks lebih tangguh daripada wanita yang lebih tua. Dengan pengiriman berikutnya leher rahim vagina menjadi kurang kaku dan memungkinkan untuk pelebaran pada jangka lebih mudah. 
Posisi serviks Kebelakang Searah sumbu jalan lahir Kedepan Posisi leher rahim perempuan bervariasi antara individu. Sebagai lokasi anatomi vagina sebenarnya menghadap ke bawah, anterior dan posterior lokasi relatif menggambarkan batas atas dan bawah dari vagina.. Posisi anterior lebih baik sejajar dengan rahim, dan karena itu ada kemungkinan peningkatan kelahiran spontan. 

Baca lebih lanjut

Anatomi laring

Anatomi laring

Laring atau organ suara adalah struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trachea. Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi. Laring juga melindungi jalan nafas bawah dari obstruksi dari benda asing dan memudahkan batuk. Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas :

  1. Epiglotis: ostium katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan
  2. Glotis: ostium antara pita suara dan laring
  3. Kartilago tiroid: kartilago terbesar pada trachea, sebagian dari kartilago membentuk jakun (Adam’s apple)
  4. Kartilago krikoid: satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring (terletak dibawah kartilago roid)
  5. Kartilago critenoid: digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago tiroid
  6. Pita suara: ligamen yang terkontrol oleh gesekan otot yang menghasilkan bunyi suara, pita suara melekat pada lumen laring.

Nyeri adalah Kondisi berupa perasaan tidak menyenangkan, Bersifat subyektif, berbeda tiap individu .

—  Menurut International Association for Study of Pain (IASP),

Nyeri adalah sensori subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan

  • Teori Specificity “suggest” menyatakan bahwa

Nyeri adalah sensori spesifik yang muncul karena adanya injury dan informasi ini didapat melalui sistem saraf perifer dan sentral melalui reseptor nyeri di saraf nyeri perifer dan spesifik di spinal cord

  • Mc. Coffery (1979)

Keadaan yang mempengaruhi seseorang yang diketahui hanya jika orang tersebut pernah mengalaminya.

  • Wolf Weifsel feurst (1974)

Perasaan menderita secara fisik dan mental yang menimbulkan ketegangan.

Respon perilaku terhadap nyeri dapat mencakup:

ü  Pernyataan verbal (Mengaduh, Menangis, Sesak Nafas, Mendengkur)

ü  Ekspresi wajah (Meringis, Menggeletukkan gigi, Menggigit bibir) Gerakan tubuh (Gelisah, Imobilisasi, Ketegangan otot, peningkatan gerakan jari & tangan

ü  Kontak dengan orang lain/interaksi sosial (Menghindari percakapan, Menghindari kontak sosial, Penurunan rentang perhatian, Fokus pd aktivitas menghilangkan nyeri)

Individu yang mengalami nyeri dengan awitan mendadak dapat bereaksi sangat berbeda terhadap nyeri yang berlangsung selama beberapa menit atau menjadi kronis. Nyeri dapat menyebabkan keletihan dan membuat individu terlalu letih untuk merintih atau menangis. Pasien dapat tidur, bahkan dengan nyeri hebat. Pasien dapat tampak rileks dan terlibat dalam aktivitas karena menjadi mahir dalam mengalihkan perhatian terhadap nyeri.

Nyeri berespon akibat adanya stimulasi. Stimulasi dapat berupa zat kimiawi ex : histamin, bradikinin, prostaglandin dan macam2 asam yang dilepas apabila terdapat kerusakan jaringan akibat kekurangan oksigenasi. Stimulasi lain : termal, listrik, mekanis.

Arti Nyeri memiliki banyak perbedaan tiap orang, dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, latar belakang sosial kultural, lingkungan dan pengalaman. Persepsi Nyeri dipengaruhi oleh faktor yang dapat memicu stimulasi nociceptor.

Indikator perubahan tingkah laku

Vokalisasi:

ž  Mengaduh

ž  Menangis

ž  Sesak Nafas

ž  Mendengkur

Bentuk respons terhadap nyeri :

ketakutan,

gelisah,

cemas,

menangis dan

menjerit.

Faktor yang mempengaruhi respon nyeri

1) Usia

Anak belum bisa mengungkapkan nyeri, sehingga perawat harus mengkaji respon nyeri pada anak. Pada orang dewasa kadang melaporkan nyeri jika sudah patologis dan mengalami kerusakan fungsi. Pada lansia cenderung memendam nyeri yang dialami, karena mereka mengangnggap nyeri adalah hal alamiah yang harus dijalani dan mereka takut kalau mengalami penyakit berat atau meninggal jika nyeri diperiksakan.

2) Jenis kelamin

Gill (1990) mengungkapkan laki-laki dan wnita tidak berbeda secara signifikan dalam merespon nyeri, justru lebih dipengaruhi faktor budaya (ex: tidak pantas kalo laki-laki mengeluh nyeri, wanita boleh mengeluh nyeri).

3) Kultur

Orang belajar dari budayanya, bagaimana seharusnya mereka berespon terhadap nyeri misalnya seperti suatu daerah menganut kepercayaan bahwa nyeri adalah akibat yang harus diterima karena mereka melakukan kesalahan, jadi mereka tidak mengeluh jika ada nyeri.

4) Makna nyeri

Berhubungan dengan bagaimana pengalaman seseorang terhadap nyeri dan dan bagaimana mengatasinya.

5) Perhatian

Tingkat seorang klien memfokuskan perhatiannya pada nyeri dapat mempengaruhi persepsi nyeri. Menurut Gill (1990), perhatian yang meningkat dihubungkan dengan nyeri yang meningkat, sedangkan upaya distraksi dihubungkan dengan respon nyeri yang menurun. Tehnik relaksasi, guided imagery merupakan tehnik untuk mengatasi nyeri.

6) Ansietas

Cemas meningkatkan persepsi terhadap nyeri dan nyeri bisa menyebabkan seseorang cemas.

7) Pengalaman masa lalu

Seseorang yang pernah berhasil mengatasi nyeri dimasa lampau, dan saat ini nyeri yang sama timbul, maka ia akan lebih mudah mengatasi nyerinya. Mudah tidaknya seseorang mengatasi nyeri tergantung pengalaman di masa lalu dalam mengatasi nyeri.

8) Pola koping

Pola koping adaptif akan mempermudah seseorang mengatasi nyeri dan sebaliknya pola koping yang maladaptive akan menyulitkan seseorang mengatasi nyeri.

9) Support keluarga dan sosial

Individu yang mengalami nyeri seringkali bergantung kepada anggota keluarga atau teman dekat untuk memperoleh dukungan dan perlindungan

komposisi dan komponen tubuh manusia

KOMPOSISI DAN KOMPONEN TUBUH MANUSIA

A.     STRUKTUR SEL

Sel pertama kali diobservasi oleh ilmuwan Inggris yaitu Robert Hooke pada akhir tahun 1600an, dia  mengobservasi dinding sel dan the boxlike cavities in slices of cork and lives yang lebih dikenal dengan “little boxes or cells. Kemajuan  mikroskop memungkinkan penelitian sel lebih lanjut  sehingga ditemukan formulasi teori sel, bahwa semua organisme terdiri dari sel-sel.  Pada tahun 1838 dan 1839 ahli biologi Jerman  yaitu Matthias Jakob Schleiden dan Theodor Schwann meletakkan dasar ilmu baru yang disebut sitologi, yang lebih memfokuskan pada struktur dan fungsi sel. Kemudian Rudolph Virchow ahli patologi Jerman pada tahun 1855 meneliti lebih lanjut tentang sel, hasil penelitian disimpulkan bahwa sel berasal hanya dari sel lainnya.

Teori sel yang secara garis besar mengemukakan 4 poin penting mengenai sel, yaitu:

1.       Semua organisme terdiri dari sel dan produk sel

2.       Sel merupakan unit struktural dan fungsional yang mendasar dari organisme hidup.

3.       Semua sel  berasal dari struktur subseluler sel.

4.  Setiap organisme tergantung dari aktivitas sel baik secara kolektif  maupun interaksi dari sel itu sendiri.

Sel  merupakan bagian terkecil dari tubuh manusia. Tubuh manusia memiliki sekitar 60 s.d 100 triliun sel, umumnya  diameter sel manusia bervariasi antara 4 mikrometer sampai 100 mikrometer, sedangkan panjang sel sekitar beberapa mikrometer sampai 30 cm (sel otot). Sel tubuh berbeda dalam bentuk, ukuran dan warnanya, sesuai dengan fungsi yang berbeda.

Contoh variasi bentuk sel dalam tubuh: (a) Sel saraf, tampak badan sel dikelilingi oleh sejumlah dendrite dan sebagian akson dibawahnya; (b) sel epitel dasar mulut; (c) sel otot polos dari dinding usus; (d) sel otot rangka; (e) sel darah putih; (f) sel darah merah; (g) sel tulang; (h) sel sperma manusia.

Pada dasarnya semua sel terdiri dari 3 bagian, yaitu:

Komponen Deskripsi dan Struktur Fungsi
1. Membran plasma – Merupakan kulit sel yang bertindak sebagai sawar yang mudah pecah (fragile barrier)- Membran tersusun dari 2 lapisan molekul fosfolipid dan molekul protein – Memberi bentuk pada sel dan mengontrol masuk dan keluarnya material dari sel baik secara pergerakan pasif maupun aktif.- Spesialisasi dari membrane plasma:

a. Mikropili: berfungsi sebagai jari-jari yang panjang pada permukaan membrane plasma (ditemukan pada permukaan sel yang absorpsi seperti tubula ginjal dan sel intestinal)

b. Membran junction: merupakan tipe sel utama, seperti pada sel darah, sel sperma dan beberapa sel pagosit. Tidak mempunyai kaki pada tubuhnya

c. Tight junction: molekul protein yang berbatasan dengan membran plasma berfungsi bersama-sama secara erat seperti resleting.

d. Desmosomes: bertindak sebagai kopling mekanis atau melekat dengan rapat sepanjang sisi yang berbatasan dengan sel serta mencegah terjadinya pemisahan.

e. Gap junction: secara langsung bekerja sebagai lintasan antara substansi kimia diantara sel yang berdekatan.

2. Sitoplasma: – Bagian dari sel yang terletak antara membrane plasma dan nucleus.- Berisi cairan sitosol seperti jelly dengan kandungan air 80 – 90%, inclusions (Substansi temporer dalam sitoplasma), dan organel. Membantu terjadinya reaksi kimia
    a. Sitosol Cairan kental/jelly dan semitransparan yang berada diantara organel dan inclusion yang terdiri dari air, protein larut, garam, gula dan berbagai pelarut yang lain. Tempat organel dan sebagai media transportasi dari sekresi dan aktivitas metabolik
    b. Organel: Material-material yang berada di dalam sitoplasma di luar inti sel Untuk aktivitas metabolisme
        1) Mitokondria Membran double layer, banyak lipatan dan membentuk rak-rak tempat enzim-enzim yang dibutuhkan untuk mengisap bahan makanan, diameter 1 nanometer, panjang 5 -10 nanometer. Menghasilkan energi dari molekul makanan dan merubah energi kedalam bentuk ATP (power generating cell /powerhouse)
        2) Ribosom Partikel-partikel granular, berdiameter +  25 nanometer, dark staining granula,  yang terdiri dari protein dan RNA, terdapat bebas mengapung dalam sitoplasma atau melekat pada reticulum endoplasma. Mensintesa protein
        3) Vakuola Kantung membranosa Menyimpan dan mengeluarkan berbagai substansi dalam sitoplasma
        4) Peroksisom Kantong membranosa yang terdiri dari enzim oksidatif Memungkinkan terjadinya reaksi metabolik dan menghancurka hydrogen periksida /H2O2 ( racun untuk sel) menjadi H2O
        5) Lisosom Kantong membranosa, berdiameter 250 – 750 nanometer, dikelilingi membrane lipid ganda yang khusus dan terisi banyak sekali granula kecil yang berdiameter 5 – 8 nanometer, yang merupakan kumpulan protein dengan hidrolitik. Mencerna molekul asing dan komponen sel lain yang sudah rusak (suicide packets).
       6) Retikulum Endoplasma (terdapat 2 macam) Sistem penghubung yang membentuk kanal dan tubulus- Retikulum endoplasma/RE halus (non lobuler RE)

– Retikulum endoplasma/RE kasar (globuler)

–          Merupakan tempat sintesa lipid dan tempat cadangan ion kalsium yang berguna untuk kontraksi otot sehingga disebut juga sarkoplasmik reticulum (spesifik pada sel otot)-          Merupakan tempat sintesa protein
       7) Sentrosom Masa bulat dan terdapat sentriol Membantu  mengorganisasi dan mendistribusi kromosom selama mitosis
       8) Apparatus golgi Kantong membranosa, terdiri dari 4 atau lebih tumpukan lapisan vesikel tipis dan gepeng. Sintesa karbohidrat, mengeluarkan lemak dan glikoprotein.
       9) Silia dan flagel Silia seperti benang dan pendek, sedangkan flagel  lebih panjang Menggerakan partikel mendekati permukaan sel  atau menggerakan sel
    c. Inclusion (paraplasma) Merupakan unit yang terdapat dalam sitoplasma yang mungkin merupakan hasil aktivitas metabolisme. Penyimpanan nutrient, secretory product, granula pigmen.
3. Nukleus (inti sel) Merupakan struktur/bagian terbesar dari sel dan berisi material genetik..- Berbentuk bulat terletak ditengah kecuali pada sel otot

( disamping)

–          Biasanya berjumlah satu , kecuali sel musculoskeletal (banyak), sedangkan sel darah merah yang matur tidak berinti.

Menentukan struktur sel dan mengontrol aktivitas sel .
   a. Membran inti sel Membran yang mengelilingi nukleus, terdiri dari molekul lemak dan protein, kedua lapisan membran ini ditembus oleh beberapa ribu pori-pori nukleus. Mendukung nukleus dan mengontrol perpindahan material antara nukleus dan sitoplasma
   b. Kromatin Benang-benang yang tersusun dari molekul DNA dan protein Mengontrol aktivitas sel untuk proses kehidupan
   c. Nukleolus Padat, masa nonmembranosa yang tersusun dari molekul RNA dan protein. Membentuk ribosom

Aktivitas sel tergantung dari suplai makanan, O2, garam dan lain-lain dari luar yang masuk ke dalam sitoplasma. Zat-zat sisa dibuang keluar dari sel. Material di atas dapat masuk dan keluar dari sel secara pergerakan pasif (difusi, filtrasi, atau osmosis), atau pergerakan aktif (pengangkutan aktif, fagositosis, pinositosis).

Fungsi sel bervariasi bergantung pada tujuan dasarnya, misalnya sel hati terlibat dalam menghasilkan perubahan kimia, sel otot jantung berkaitan dengan kontraksi dan relaksasi, sel kelenjar tiroid memproduksi hormone. Sel biasanya tidak saling bersentuhan, tetapi dipisahkan oleh ruang sempit yang terisi cairan. Air dan zat kimia berpindah dari cairan ke dalam sel dan dari dalam sel ke cairan, membrane sel bekerja dalam permeabilitas yang selektif, menyebabkan beberapa zat melewatinya tetapi zat lain tidak dapat.

Gambaran esensial fungsi semua sel adalah:

  1. Aktivitas sel membutuhkan oksigen dan menghasilkan karbon dioksida
  2. Kemampuan untuk menghasilkan energi kimia dari makanan, mengambil kebutuhannya dari cairan di sekelilingnya, dan mempertahankan serta memperbaiki dirinya sendiri.
  3. Enzim (katalis yang mempercepat reaksi kimia tanpa mengubah dirinya) terdapat di dalam sel sebagai protein. Tiap enzim memiliki fungsi khusus, enzim memulai reaksi kimia spesifik.
  4. DNA (deoxyribonucleic acid) dan RNA (ribonucleic acid) dibutuhkan untuk reproduksi sel.

Siklus sel:

Tipe sel Perkiraan lama hidup
1. Sel sumsum tulang2. Sel lambung

3. Sel telur dan sel sperma

4. Sel usus besar

5. Sel darah putih

6. Sel kulit

7. Sel darah merah

8. Sel hati

9. Sel saraf

10 jam2 hari

2 – 3 hari

3 – 4 hari

13 hari

19 – 34 hari

120 hari

18 bulan

selama tubuh hidup

Pembahasan asuhan komprehensif

BAB IV

Pembahasan

Pada pembahasan studi kasus ini penulis akan menyajikan pembahasan yang membandingkan antara teori dengan Asuhan Kebidanan Komprehensif yang di terapkan pada klien Ny. ”A” G3P2A0 sejak kontak pertama pada tanggal 25 Oktober 2010 yaitu dimulai pada masa kehamilan 37 minggu 2 hari, persalinan, 6 minggu post partum, dan BBL dengan pembahasan sebagai berikut :

  1. A.   Pembahasan Asuhan Antenatal

Pengkajian dan pemberian asuhan kebidanan masa kehamilan pada Ny. A dari kehamilan 37 minggu 2 hari yaitu bertujuan untuk membantu ibu dalam menyiapkan aspek fisik, spiritual, sosial dan psikologis dalam menghadapi persalinan dan nifas. Sasaran utama pemberian asuhan yaitu untuk memastikan bahwa ibu dan bayi memiliki kesehatan yang baik pada akhir kehamilan dan mendeteksi dini adanya komplikasi yang mungkin timbul.

( Wiknjosastro, 2002: 154).

Ny. A telah melaksanakan pemeriksaan kehamilan secara teratur sebanyak 8 kali. Hal ini berdasarkan kebijakan yaitu kunjungan pemeriksaan kehamilan untuk pemantauan dan pengawasan kesejahteraan ibu dan janin minimal 4 kali selama kehamilan dalam waktu sebagai berikut : kehamilan trimester pertama satu kali kunjungan, kehamilan trimester kedua satu kali kunjungan, dan kehamilan trimester tiga dua kali kunjungan. (Wiknjosastro, 2002:125).

231

Dalam pemeriksaan kehamilan ini, Ny. A hanya mendapatkan 6T pelayanan standar, tidak sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa teori terdiri dari 7T yaitu, timbang, tekanan darah, tinggi fundus, imunisasi TT, tablet Fe, temuwicara dan test penyakit menular seksual (Sarwono, 2006).

Pada Ny A pemeriksaan darah hanya dilakukan satu kali pada trimester III kehamilan, sedangkan menurut teori pemeriksaan darah pada ibu hamil dilakukan dua kali selama kehamilan yaitu pada trimester I dan trimester III (Salmah, 2006:138). Walaupun hal ini merupakan kesenjangan antara teori dengan asuhan yang diberikan, tetapi pada hasilnya tidak ditemukan suatu masalah.

Bila dilihat secara psikis, Ny. A tidak mengalami kekhawatiran dan kecemasan yang berlebihan karena ini adalah kehamilan yang ketiga.

Pada kasus Ny. A status gizi kurang baik bila dilihat dari pertambahan berat badan selama hamil. Kenaikan berat badan yang dialami Ny.  A  adalah 10 kg yaitu dari 40 kg menjadi 50 kg. Hal ini tidak sesuai dengan penambahan berat badan yang direkomendasikan untuk pertambahan berat badan ibu selama hamil antara 11,5 kg- 16 kg. (Salmah, 2006: 111)

Menurut teori wanita hamil dan menyusui harus betul-betul mendapat perhatian susunan diet terutama mengenai jumlah protein, kalori yang berguna untuk pertumbuhan janin dan kesehatan ibu. Kalori untuk wanita hamil ± 285 kalori. Zat-zat yang diperlukan seperti protein, karbohidrat, zat lemak, mineral, kalsium, fosfor dan zat besi sangat diperlukan ibu hamil. Makanan tersebut diperlukan untuk pertumbuhan janin, plasenta, uterus dan payudara untuk persiapan laktasi. Selain personal hygiene pada wanita hamil juga sangat penting supaya tidak mengganggu kesehatan ibu dan janin. (Salmah, 2006:110-128)

Pada kasus Ny. A, tidak ditemukan kelainan dalam kehamilannya. Penulis memberitahukan pada ibu mengenai tanda-tanda bahaya pada kehamilan. Menurut teori tanda-tanda bahaya kehamilan adalah:

  1. Pendarahan yang keluar dari jalan lahir seperti abortus, plasenta previa, dan solusio plasenta.
  2. Hiperemesis.
  3. Pre-eklamsia dan eklamsia.
  4. Ketuban pecah dini.
  5. Gerakan janin yang tidak dirasakan.

(Salmah, 2006)

Selama kehamilan ini, Ny. A mengalami keluhan-keluhan pada trimester III, seperti mengeluh sering kencing dan sakit pinggang, itu disebabkan karena kepala janin mulai turun ke bawah pintu atas panggul dan menekan kandung kencing (Bobak, 2004:188).

Selama kehamilan ini Ny. A tidak mengalami masalah dalam hubungan seksualitas. Saat menjelang kelahiran ini , Ny. A mengurangi aktifitas hubungan seksual karena takut dan khawatir pada bayinya. Pada umumnya koitus diperbolehkan pada masa kehamilan jika dilakukan dengan hati-hati. Pada akhir kehamilan, jika kepala sudah masuk ke dalam rongga panggul, coitus sebaiknya dihentikan karena dapat menimbulkan perasaan sakit dan perdarahan (Sarwono, 2002:160)

  1. B.   Pembahasan Asuhan Intranatal

Kala I

Kala I pada kasus ini didasari dengan adanya mules-mules yang dirasakan Ny. A sejak jam 21.00WIB. Pada saat pemeriksaan jam 23.30 WIB frekuensi mules 3 kali dalam 10 menit dan lamanya  40 detik. Pada pemeriksaan dalam ditemukan pembukaan  7 cm. Dalam teori kala ini termasuk kala I fase aktif. Lamanya kala 1 fase aktif untuk multipara kira-kira 7 jam. Yang terjadi dirasakan oleh Ny. A sesuai dengan teori. (Wiknjosastro, 2002 : 183)

Asuhan yang diberikan :

Kebutuhan nutrisi dan hidrasi : Ny. A dianjurkan untuk makan dan banyak minum sesering mungkin. Menurut teori, Hal ini diberikan untuk memenuhi kebutuhan energi dan mencegah dehidrasi.

Asuhan sayang ibu : pada kasus Ny. A, penulis memberikan asuhan sayang ibu dengan tujuan untuk memberi rasa nyaman dapat mengurangi kecemasan dan juga rasa sakit yang dialami oleh ibu. Asuhan yang diberikan yaitu :

  1. Memberikan dukungan terus menerus kepada ibu.
  2. Menjaga kebersihan diri.
  3. Mengipasi dan massase agar menambah kenyamanan ibu.
  4. Mengajak suami atau ibu mendampingi untuk memijat atau mengusap keringat.
  5. Mengatur posisi ibu sesuai dengan keinginan ibu.
  6. Menjaga kandung kemih tetap kosong.
  7. Mengajarkan teknik bernafas kepada ibu saat ada kontraksi dengan tujuan mengurangi rasa sakit akibat kontraksi dan mengupayakan aliran oksigen ke janin tidak terganggu (Wiknjosastro, 2008).

Kala II

Pada kasus, Ny. A mengalami kontraksi yang semakin lama semakin sering kemudian pembukaan lengkap. Ada dorongan untuk meneran, tekanan pada anus, vulva membuka dan perineum menonjol. Persiapan proses persalinan kala II ini yaitu memberitahukan cara meneran yang benar dan mengatur posisi ibu. Posisi yang dianjurkan adalah posisi setengah duduk dan miring. Yang diambil oleh Ny. A adalah posisi setengah duduk dimana menurut teori posisi tersebut dapat membantu turunnya kepala.

Pada Ny. A kala II berlangsung 15 menit dan menurut teori pada primigravida kala II berlangsung rata – rata 1,5 jam dan pada multipara rata – rata 0,5 jam. (wiknjosastro, 2002:184)

Kala III

Dalam kasus Ny. A pada kala III tidak ada kesenjangan antara teori dengan pelaksanaan, perdarahan pada kala III sebanyak ±50 cc dan lama kala III pada Ny. A 10 menit, berdasarkan teori biasanya plasenta lepas dalam 6-15 menit setelah bayi lahir (Wiknjosastro, 2002 : 185)

Kala IV

Setelah plasenta lahir, asuhan yang diberikan pada Ny. A antara lain : cek plasenta, memberikan kenyamanan pada ibu, mengawasi perdarahan post partum, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, tekanan darah, kandung kemih dan keadaan umum ibu. Pada kala IV ini Ny. A dianjurkan masase fundus uteri dengan diajarkan terlebih dahulu untuk memantau kontraksi. Hal ini dilakukan untk mencegah perdarahan post partum. Oleh karena itu, penulis melakukan observasi tersebut setiap 15 menit pada jam pertama setelah melahirkan dan setiap 30 menit pada jam kedua setelah melahirkan (Asuhan Persalinan normal 2008).

  1. C.   Pembahasan Asuhan Post Partum

Ny. A melakukan mobilisasi dengan miring ke kiri dan ke kanan segera setelah melahirkan dan turun sendiri dari tempat tidur ke kamar mandi setelah 4 jam melahirkan. Mobilisasi dan early ammbulation ini perlu dilakukan, karena dapat mencegah terjadinya tromboli dan tromboemboli. Mobilisasi ini dilakukan dengan cara melihat kondisi ibu.

Dalam masa ini, Ny. A telah mendapatkan 4 kali kunjungan nifas yaitu 6 jam post partum, 6 hari setelah persalinan, 2 minggu setelah persalinan dan 6 minggu setelah persalinan. Hal ini sesuai dengan kebijakan tekhnis dalam asuhan masa nifas menurut Saleha( 2009 : 6-7) yaitu kunjungan I (6-8 jam setelah persalinan), kunjungan II (6 hari setelah persalinan), kunjungan III (2 minggu setelah persalinan), kunjungan IV (6 minggu setelah persalinan).

Pada kunjungan I (6 jam) ibu diberikan Mencegah terjadinya perdarahan pada masa nifas, mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan dan memberi rujukan bila perdarahan berlanjut, memberikan konseling kepada ibu atau salah satu anggota keluarga mengenai bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri, pemberian ASI pada masa awal menjadi ibu, mengajarkan cara mempererat hubungan antara ibu dan bayi baru lahir, menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermia. Hal ini sesuai dengan kebijakan tekhnis dalam asuhan masa nifas menurut Saleha (2009 : 6).

Pada kunjungan ke II (1 minggu) dilakukan pemeriksaan pada uterus untuk memastikan involusi uterus berjalan normal, pada Ny. A tinggi fundus uteri sudah tidak teraba lagi, menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau perdarahan abnormal pada ibu, memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit serta memberikan konseling kepada ibu tentang perawatan payudara, bagaimana cara menjaga bayi agar tetap hangat dan merawat bayi sehari-hari di rumah. Hal ini sesuai dengan kebijakan tekhnis dalam asuhan masa nifas menurut Saleha( 2009 : 6).

Pada kunjungan ke III (2 minggu) dilakukan pemeriksaan seperti yang dilakukan pada 1 minggu post partum . Hal ini sesuai dengan kebijakan tekhnis dalam asuhan masa nifas menurut Saleha,(2009 : 7).

Pada kunjungan ke IV (6 minggu), Ny. A  memberikan konseling untuk KB secara dini tentang macam-macam KB, yaitu pil, suntik, IUD, implan, kondom, spermisida, dan coitus interuptus, membantu ibu untuk memilih kontrasepsi yang cocok serta menjelaskan keuntungan dan efek samping yang dialami dari KB yang dipilih Ny. A. Menanyakan pada ibu adakah penyulit yang dirasakan oleh ibu atau bayinya. Hal ini sesuai dengan kebijakan tekhnis dalam asuhan masa nifas menurut Saleha( 2009 : 7).

  1. D.   Pembahasan Bayi Baru Lahir

Segera setelah bayi lahir, penulis menetekkan bayi pada Ny.A  dengan melakukan proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Hal ini dilakukan supaya dapat merangsang uterus berkontraksi dan mencegah perdarahan. Setelah persalinan selesai penulis melakukan penilaian pada bayi dan melakukan perawatan selanjutnya pada bayi yaitu menjaga kehangatan pada bayi, menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya dengan cara memberitahu ibu cara menyusui yang benar, tidak memandikan bayi segera setelah bayi lahir dan menempatkan bayi di lingkungan yang hangat. Pada bayi Ny. A penulis memberikan vitamin K 1 mg IM dan salep mata sebagai profilaktif yaitu salep tetracycline 1%. Profilaktif mata tidak akan efektif bila tidak diberikan pada 1 jam pertama, oleh karena itu, penulis segera memberikan profilaktif tersebut (Wiknjosastro, 2008).

Proses persalinan berlangsung dengan normal dan bayi Ny. A lahir dalam keadaan sehat serta tanpa ada kelainan. Bayi tidak mengalami kegawatan atau pun tanda- tanda sakit berat.

Pada kunjungan ke I (2 – 6 jam) keadaan umum bayi baik, menangis kuat, refleks hisap jari baik, tali pusat masih basah dan terbungkus kasa steril, sudah BAK dan BAB. Tali pusat  terbungkus kassa steril tidak sesuai dengan teori bahwa tali pusat harus di biarkan kering tanpa di bungkus apapun. (Wiknjosastro, 2008)

Pada kunjungan ke II ( 6 hari ) bayi Ny. A terlihat sehat, tali pusat sudah lepas dan keadaannya bersih dan kering. Bayi Ny. A diberikan imunisasi Hepatitis B 0.

Pada kunjungan ke III (2 minggu) bayi Ny. A  dipastikan mendapat ASI cukup tanpa diberikan pendamping ASI atau susu formula. Mengingatkan ibu untuk memberikan imunisasi BCG dan polio 2 pada tanggal 4 januari 2011.

Pada kunjungan ke IV (6 minggu) bayi Ny. W mengalami peningkatan BB menjadi 3600 gram dari BB lahir 3400 gram, PB menjadi 50 cm dari 47 cm. (Wiknjosastro, 2007).

Pendokumentasian SOAP

  1. E.  Pendokumentasian
    1. 1.      Definisi dokumentasi

Secara umum dokumentasi dapat diartikan sebagai suatu catatan otentik atau semua surat asli yang dapat dibuktikan atau dijadikan bukti dalam persoalan hokum. (Sudarti, 2010:2)

Dokumentasi dalam kebidanan adalah suatu bukti pencatatan dan pelaporan yang dimiliki oleh bidan dalam melakukan catatan perawatan yang berguna untuk kepentingan klien, bidan dan tim kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan dasar komunikasi yang akurat dan lengkap secara tertulis dengan tanggung jawab bidan.

(Sudarti, 2010:3)

Dokumentasi dalam asuhan kebidanan merupakan suatu pencatatan yang lengkap dan akuratterhadap keadaan/kejadian yang dilahat dalam pelaksanaan asuhan kebidanan (proses asuhan kebidanan).

(Sudarti, 2010:4)

  1. 2.      Manajemen varney

Helen Varney, alur berfikir bidan pada saat menghadapi klien meliputi tujuh langkah dalam membuat keputusan klinik.

  1. a.   Langkah I (pengumpulan data dasar)

Langkah ini dilakukan dengan melakukan pengkajian melalui proses pengumpulan data yang diperlukan untuk mengevaluasi keadaan pasien secara lengkap seperti riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik sesuai dengan kebutuhan, peninjauan catatan terbaru atau catatan sebelumnya, data laboratorium dan membandingkannya dengan hasil study. Semua data dikumpulkan dari semua sumber yang berhubungan dengan kondisi pasien.

b.Langkah II (interpretasi data dasar)

     Pada langkah ini dilakukan identifikasi data secara benar terhadap diagnosis atau masalah kebutuhan pasien. Masalah atau diagnosis yang spesifik dapat ditemukan berdasarkan interprestasi yang benar terhadap data dasar. Selain itu, sudah terfikirkan perencanaan yang dibutuhkan terhadap masalah. Sebagai contoh masalah yang menyertai diagnosis seperti diagnosis kemungkinan wanita hamil, maka masalah yang berhubungan adalah wanita tersebut mungkin tidak menginginkan kehamilannya atau apabila wanita hamil tersebut masuk trimester III, maka masalah yang kemungkinan dapat muncul adalah takut untuk menghadapi proses persalinan dan melahirkan.

  1. c.  Langkah III (identifikasi diagnosis/ masalah potensial)

Langkah ini dilakukan dengan mengidentifikasi masalah atau diagnosis masalah yang lain berdasarkan beberapa masalah dan diagnosis yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi yang cukup dan apabila memungkinan dilakukan proses pencegahan atau dalam kondisi tertentu pasien membutuhkan tindakan segera.

  1. d.  Langkah IV (identifikasi dan penetapan kebutuhan yang memerlukan penanganan segera)

Tahap ini dilakukan oleh bidan dengan melakukan identifikasi dan menetapkan beberapa kebutuhan setelah diagnosis dan masalah ditegakkan. Kegiatan bidan pada tahap ini adalah konsultasi, kolaborasi, dan melakukan rujukan.

e. Langkah V (perencanaan asuhan secara menyeluruh)

Setelah beberapa kebutuhan pasien ditetapkan, diperlukan perencanaan secara menyeluruh terhadap masalah dan diagnosis yang ada. Dalam proses perencanaan asuhan secara menyeluruh juga dilakukan identifikasi beberapa data yang tidak lengkap agar pelaksanaan secara menyeluruh dapat berhasil

  1. f.    Langkah VI (pelaksanaan asuhan)

Tahap ini merupakan tahap pelaksana dari semua rencana sebelumnya, baik terhadap masalah pasien ataupun diagnosis yang ditegakkan. Pelaksanaan ini dapat dilakukan oleh bidan secara mandiri ataupun kolaborasi dengan tim kesehatan lainnya.

  1. g.    Langkah VII (Evaluasi)

Merupakan tahap terakhir dalam manejemen kebidanan yakni dengan melakukan evaluasi dari perencanaan maupun pelaksanaan yang dilakukan bidan. Evaluasi sebagai bagian dari proses yang dilakukan terus menerus untuk meningkatkan pelayanan secara komprehensif dan selalu berubah sesuai dengan kondisi atau kebutuhan klien.

Dalam prakteknya, langkah-langkah asuhan kebidanan tersebut ditulis dengan menggunakan SOAP, sebagaimana contoh berikut.

7 Langkah                                       Penerapan Dokumentasi dalam

 

                                                    

          

 

 

 

(Sudarti, 2010:33-38)

3. Pendokumetasian SOAP

S (Subjektif)                 : menggambarkan pendokumentasian hasil

pengumpulan data klien melalui anamnesis.

O (Obyektif)                 : menggambarkan pendokumentasian hasil

                                        pemeriksaan fisik klien, labolatorium dan uji

diagnosis lain.

A (Assesment)             : menggambarkan pendokumentasian hasil

                                         analisis dan interpretasi data subyektif dan data

obyektif dalam suatu identifikasi.

P (Plan)                         : menggambarkan pendokumentasian dan

                                         tindakan/Implementasi dan evaluasi

perencanaan (E) berdasarkan assessment

sebagai langkah 5, 6, 7 varney (Salmah, 2006: 172).

Pendokumentasian asuhan bayi baru lahir

Asuhan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir Ny. A P3A0 2 jam

Tanggal      : 4-11-2010                                                      Jam : 04.10 WIB

Tempat       : BPS Bidan L Bandung Barat

1.     Data Subjektif

a. Identitas

1)    Identitas Bayi

Nama Bayi                                 : Bayi Ny. A

Tanggal lahir                              : 4-11-2010                  Pukul : 02.15 WIB

Jenis Kelamin                            : Perempuan

  1. b.  Riwayat Persalinan sekarang

Riwayat persalinan :

1)    Jenis persalinan                      : partus spontan letak belakang

kepala

2)    Ditolong oleh                          : mahasiswi kebidanan (Giani Meilan).

3)    Ketuban                                   :   warna jernih, tidak berbau

4)    Komplikasi ibu dan janin         :   tidak ada

2.    Data Objektif

a. Nilai APGAR

1 menit pertama 8 ; 5          menit kedua 9.

b.  Antropometri

BB : 3400 gr,                                        PB : 49 cm.

Pemeriksaan Fisik

1)    TTV  

S                                                 : 36,8°C

Nadi                                            : 130 x/menit

R                                                 : 48 x/menit.

2)    Kepala                                               

Tidak terdapat caput succedenum.

Lingkar kepala :

  • Fronto occipitalis                    : 34 cm.
  • Mento occipitalis                    : 35 cm.
  • Sub occipito bregmatika        : 32 cm

3)  Mata                                           : Simetris, tidak ada perdarahan dan

                                                        kotoran. Sklera putih dan

konjungtiva merah muda dan

reflek mengedip positif.

4)  Hidung                                       :  Tidak ada pernafasan cuping

                                                         hidung.

5)    Mulut                                                   

Tidak ada labio palatoskizis.

Reflek rooting                             :positif,

Reflek sucking                           :positif

Refleks swallowing                    :positif.

6)    Telinga                                    : Simetris, sedikit kotor karena

belum dimandikan.

7)    Leher

Tidak ada pembengkakan dan reflek tonicneck positif

8)  Dada                                       : Simetris tidak ada bunyi mur-mur dan

                                                 wheezing.

9)  Perut                                       : Normal, bentuknya cembung bising,

usus ada, tidak ada pembesaran

hepar.

10)   Tali pusat                               :  basah namun tidak ada

perdarahan.

11)   Kulit                                        :  Kemerahan, turgor baik.

12)   Punggung                              :  Tidak ada spinabifida.

13)   Ekstremitas atas                   : Tidak ada polidaktili dan

Sindaktili,refleks grasping positif.

14)   Ekstremitas bawah               : Simetris, tidak ada kelainan.refleks

                                                   plantar positif dan reflek babinski

positif.

15)   Genitalia                                 : Labia mayora menutupi labia

minora.

16)   Anus                                       : Berlubang, tidak ada kelainan.

Eliminasi                                   : Bayi sudah BAK dan belum BAB.

3.    Assesment

Neonatus cukup bulan sesuai masa kahamilan usia 2 jam dengan kondisi

baik.

4.    Planning

            Tanggal           : 4 November 2010

Jam                 : 04.25 wib

  1. Memperhatikan eliminasi dalam 24 jam dan observasi TTV

Evaluasi : Hasil pemeriksaan : TTV : S  : 36,8°C   BJA : 130 x/menit R : 48 x/menit, Jam 03.20 WIB pengeluaran urine (BAK).

  1. Melakukan pencegahan kehilangan panas dengan cara tidak meletakan bayi di atas benda yang suhunya lebih rendah dari suhu tubuhnya, menutup pintu dan jendela rapat-rapat, mengganti pakaian bayi jika basah dan tidak meletakan bayi di dekat benda yang suhunya lebih rendah dari suhu tubuhnya.

Evaluasi : Bayi tetap hangat.

  1. Melakukan perawatan tali pusat dengan cara membersihkan ujung tali pusat menggunakan air yang sudah matang dan keringkan, lalu bungkus tali pusat menggunakan kassa steril.

Evaluasi : tali pusat bersih dan kering.

  1. Kontak dini dengan ibu

Evaluasi : menunjukkan bayi pada ibunya

  1. e.   Memberikan konseling pada ibu tentang :

–        Menjaga kehangatan bayi dengan cara ibu lebih sering mendekap bayi, tata ruangan yang hangat untuk mencegah hipotermi

–        Cara memberikan ASI yang benar, yaitu dengan cara meletakan bayi di tangan ibu posisi kepala di sikut ibu, posisi perut bayi menempel dengan perut ibu dan sesering mungkin

–        Cara merawat tali pusat dengan cara membersihkannya menggunakan air matang dan membungkusnya dengan kassa steril

–        Mengawasi tanda-tanda bahaya pada bayi, seperti pernafasan lebih cepat, suhu yang panas, tali pusat merah atau bernanah, nata bengkak, tidak ada BAK atau BAB dalam 24 jam

Evaluasi : Ibu mengerti dengan penjelasan tentang perawatan bayi dan mengerti tentang tanda-tanda bahaya pada bayi.

  1. I.       Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir 6 Jam

Tanggal           : 4-11-2010                                          Jam : 08.25 WIB

1. Subjektif :

Ibu merasa bahagia dengan kehadiran bayinya yang sehat dan sempurna.

Ibu mengatakan bahwa bayinya sudah mau menyusu sejak 1 jam lahir.

2. Objektif :

  1. TTV                    :  S : 36,6°C               BJA : 132 x/menit

R : 43 x/menit

  1. Mata                   : Sklera putih, Conjungtiva merah muda.
  2.  Pernafasan regular dan bunyi nafas normal tidak ada wheezing.
  3. Tali pusat bersih dan tidak mengalami perdarahan.
  4. Eliminasi             : BAB 1 kali dan BAK 4 kali.

3. Assesment :

Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan usia  6 jam dengan

kondisi baik.

Kebutuhan :

1)  Nutrisi atau ASI

2)  Kebersihan dan kenyamanan

3)  Menjaga kehangatan bayi

4. Planning :

a. Mengobservasi   TTV

Evaluasi : S                : 36,6ºC                                   R  : 43 x/ menit

BJA                         : 132x/ menit

BB bayi        : 3400 gram                             PB bayi : 49 cm

  1. Memandikan bayi dan mengajarkan ibu cara-cara memandikan.

Evaluasi : Bayi telah dimandikan dan ibu memahami cara memandikan.

  1. Memberi konseling pada ibu, yaitu jaga kehangatan, usahakan selalu bersama ibu dan menjaga kebersihan tali pusat. Penkes tentang perawatan tali pusat yaitu membersihkan tali pusat dengan air yang sudah matang, keringkan, tutup dengan kasa steril dan jangan diberikan alcohol ataupun bethadine.

Evaluasi : Ibu mengatakan mengerti dan akan melakukannya.

  1. Memberitahu ibu untuk menjemur bayinya setiap pagi dari  jam 07.30 WIB – 08.00 WIB, agar bayinya tidak kuning.

Evaluasi : Ibu akan melakukannya.

  1. Menganjurkan pada ibu agar menyusui bayinya sesering mungkin yaitu setiap 2 jam.

Evaluasi : Ibu akan melakukannya.

  1. Memberitahu ibu untuk immunisasi Hepatitis B 0 dan Polio 1 pada tanggal 11-11-2010.

Evaluasi : Ibu mengatakan akan datang tanggal 11-11-2010.

J. Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir 6 hari

Hari/ Tanggal                     : Kamis /11-11-2010               Jam : 15.00 WIB

Tempat                               : BPS Bidan L Bandung Barat

  1. Subjektif

Ibu mengeluh ketika bayinya sudah menetek kadang-kadang muntah.

2.   Objektif   :

  1. TTV

S                                       :  36,8ºC

BJA                                  :  120x/ menit

R                                      :  42x/ menit

  1. BB bayi                            : 3300 gram
  2. PB bayi                             : 49cm
  3. Mata                                  : Sclera putih dan Conjungtiva merah muda
  4. Bayi menghisap kuat saat menyusu.
  5. Pergerakkan nafas normal, tidak ada wheezing.
  6. Tali pusat kering.
  7. Bayi menghisap kuat saat menyusu.
  8. Eliminasi BAK sering dan BAB ± 5-6 x/ hari.

3. Assesment

Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan usia 6 hari dengan keadaan baik.

Kebutuhan : imunisasi HB 0 dan polio 1

4. Planning

  1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan bayi sehat.

Evaluasi : ibu mengerti dan merasa senang.

  1. Menganjurkan pada ibu untuk menyusui bayinya sesering mungkin dan sesudah menyusui punggung bayi di massase secara lembut agar tidak muntah serta tidak memberikan makanan lain sampai bayi berusia 6 bulan.

Evaluasi : ibu tidak memberikan makanan atau susu formula, ibu mengaku hanya memberikan ASI saja dan akan melaksanakan ASI eksklusif.

  1. Memberikan konseling tentang cara merawat tali pusat dan membersihkannya menggunakan air matang tanpa dibubuhi apapun (tidak boleh memakai bethadine atau alkohol).

Evaluasi: Ibu dapat memahaminya

  1. Mengingatkan ibu tanda-tanda bahaya pada bayi

Evalusasi: Ibu  masih mengingatnya

  1. Memberikan imunisasi Hepatitis B secara IM dipaha kanan dan polio 1 sesuai dengan dosis dengan cara diteteskan ke mulut bayi.

Evaluasi : bayi telah diberi immunisasi Hepatitis B dan polio 1.

  1. Menganjurkan pada ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu kemudian yaitu

tanggal 18-11-2010.

Evaluasi : ibu menyanggupinya dan akan datang tanggal 18-11-2010.

K. Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir 2 minggu

Hari/Tanggal  : kamis/18-11-2010             Jam  :  15.00 WIB

Tempat       : BPS Bidan L Bandung Barat

  1. 1.    Subjektif :

Ibu datang untuk kunjungan ulang, ibu mengatakan bayinya sehat.

2.   Objektif :

  1. TTV :

S : 36,7°C                                    N         : 124 x/menit

R : 42 x/menit

  1. BB bayi : 3200 gram                    PB bayi : 48 cm
  2. Mata         : –  Sclera putih

Conjungtiva merah muda

  1. Bayi menghisap kuat saat menyusu.
  2.  Pergerakkan nafas normal, tidak ada wheezing.
  3. Tali pusat kering.
  4. Bayi menghisap kuat saat menetek.
  5. Eliminasi BAK sering dan BAB ± 5-6 x/ hari.

3.   Assesment :

Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan usia 2 minggu dengan kondisi baik.

4.   Planning :

Tanggal                     : 18 November 2010

Jam                                       : 15.10 wib

  1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa bayinya sehat.

Evaluasi : Ibu mengerti dan merasa senang.

  1. Memastikan pada ibu apakah bayinya mendapatkan ASI cukup tanpa diberikan pendamping ASI atau susu formula.

Evaluasi : Ibu mengatakan bahwa bayi selalu diberi ASI dan tidak diberikan makanan tambahan lainnya.

  1. Menganjurkan pada ibu untuk kunjungan ulang sebulan kemudian untuk penimbangan bayi dan imunisasi BCG tanggal 12-12-2010.

Evaluasi : ibu akan datang tanggal 12-12-2010.

L. Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir 6 minggu

Hari / Tanggal : Kamis/ 16-12-2010                Jam : 16.10 WIB

1. Subjektif :

Ibu mengatakan bayinya sehat.

2. Objektif :

a. Keadaan umum bayi tampak sehat

b. TTV:

S : 36,5°C                                              BJA : 120 x/menit

R : 42 x/menit

1)

2)

3)

c. BB Bayi                 : 3600 gr                   PB bayi : 50 cm

d. Mata                      : Sclera putih, Conjungtiva merah muda

1)

2)

3)

4)

5)

e. Pergerakkan nafas normal, tidak ada wheezing.

  1. Tali pusat bersih.

g. Bayi menghisap kuat saat menyusu.

h. Eliminasi BAK sering dan BAB ± 5-6 x/ hari.

3. Assesment :

Bayi usia 6 minggu dengan kondisi baik

4. Planning :

Tanggal       : 16 Desember 2010

Jam            : 16.20 wib

  1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa bayinya sehat

Evaluasi : Ibu mengerti dan merasa senang

  1. Memastikan pada ibu bahwa bayinya mendapatkan ASI cukup tanpa diberikan pendamping ASI atau susu formula.

Evaluasi : Bayi selalu diberi ASI dan tidak diberikan makanan tambahan lainnya.

  1. Memberitahu ibu bahwa bayi harus di imunisasi DPT Combo 1 dan Polio 2 pada usia 2 bulan.

Evaluasi : ibu mengatakan bayinya akan di imunisasi pada umur 2 bulan.

  1. Menganjurkan ibu segera membawa bayinya ke petugas  kesehatan apabila bayinya sakit.

Evaluasi : Ibu akan melakukannya.

  1. Memberitahukan ibu untuk membawa bayinya tiap bulan untuk memeriksakan pertumbuhan dan perkembangan dan juga immunisasi tiap bulan dengan immunisasi Dasar Lengkap.

Evaluasi : Ibu mengatakan akan melakukannya.

 

 

pendokumentasian asuhan kebidanan masa persalinan

Asuhan Kebidanan Intranatal Pada Ny.”A” G3P2A0 Gravida 38 Minggu 2 Hari

Tanggal      : 3-11-2010                                          Jam     : 23.00 WIB

Tempat       : BPS Ny.L Bandung Barat.

1. KALA I

a. Data Subjektif

1). Status kesehatan

a) Datang pada tanggal           :  25-10-2010               Pukul : 23.00 wib

b) Alasan datang                     :  ada keluhan

c) Keluhan-keluhan

Ibu merasa hamil 9 bulan mengeluh mules-mules yang sering dan teratur sejak pukul 21.00 WIB. tidak disertai lendir campur darah, juga belum terasa ada air-air yang keluar.

d) Pola kebutuhan sehari-hari

Makan terakhir                                : Pukul 18.15 wib Jenis :

Nasi,sayur dan lauk  pauk

Eleminasi terakhir                            : BAK :Pukul 21.00 wib

BAB : tadi pagi

b. Data Objektif

1)  Keadaan umum                                    : Baik

Kesadaran                                             : Composmentis

Antoprometri

Tinggi badan                                          :   152 cm

BB sebelum hamil                                 :   40 kg

BB selama hamil                                   :   50 kg

Kenaikan BB                                          :   10 kg

IMT                                                        :    40 : 1,522 = 17,31

2)    Tanda vital                               

TD  :   120/80  mmHg                      N   :   80 x/ menit

S     :   36.2 ° C                                R   :   24 x/ menit

3)    Pemeriksaan fisik

(a) Kepala

Muka                                                 : Tidak ada oedema

Mata                                                  : Konjungtiva merah muda,

sklera berwarna putih.

Hidung                                               : Bentuk simetris, keadaan

bersih, tidak ada pernafasan

cuping hidung, penciuman

normal.

Mulut dan Gigi                                    : Keadaan bersih, tidak pucat,

Gigi, tidak ada caries.

(b)Leher             

Kelenjar tyroid                                   :  Tidak ada pembesaran

Kelenjar getah bening                       :  Tidak  ada Pembengkakan

Vena jugularis                                   :  Tidak ada indikasi

(c) Dada                                                 : Pergerakkan nafas normal

(d)Payudara                              : Bentuk simetris, keadaan bersih, tidak

ada benjolan, puting susu menonjol,

ada pengeluaran colostrum.

(e) Abdomen

(1) Inspeksi

  • Ø Tidak ada luka bekas operasi
  • Ø Pembesaran sesuai dengan usia kehamilan
  • Ø TFU Mc. Donald  : 33 cm

(2) Palpasi

  • Ø Leopold I                      : Teraba di fundus uteri bulat, lunak

tidak melenting.

  • Ø Leopold II                     : Teraba satu bagian keras seperti

papan di sebelah kanan dan bagian-

bagian kecil disebelah kiri.

  • Ø Leopold III                    : Teraba di bagian bawah bulat keras ,

kepala sudah masuk PAP.

  • Ø Leopold IV                   : Divergen
  • Ø Perlimaan                    : 2/5
  • Ø TBBA                           : (33-11) x155 = 3410 gram
  • Ø His                               :  3 kali dalam 10 menit durasi 45

detik

(3)  Auskultasi

DJJ                                   : 144 x/ menit, reguler.

(f)  Ekstremitas atas dan bawah  

Bentuk                                               : simetris,

Oedema                                            : tidak ada

Varices                                              : tidak ada,

Reflek patella                                    : kanan kiri (positif/positif).

g) Pemeriksaan Genitalia

(1) Genitalia Ekterna

  • Vulva vagina tidak ada kelainan
  • Keluar lendir berwarna putih
  • Perineum tidak ada luka parut

(2) Pemeriksaan Dalam

  • Portio                                     : tipis lunak
  • Pembukaan                           : 7 cm
  • Ketuban                                 : utuh
  • Presentasi                              : kepala
  • Denominator                          : UUK kanan depan
  • Penurunan                             : Hodge 3
  • Moulage                                 : 0 (tidak ada penyusupan)
  • Bagian yang menumbung     : Tidak ada

c. Assesment

G3P2A0 parturient usia kehamilan 38 minggu 2 hari kala I fase aktif, janin tunggal hidup intrauterin dengan presentasi kepala.

Kebutuhan :

1)    Persiapan persalinan

2)    Asuhan sayang ibu

3)    Mengajarkan teknik relaksasi

d. Planning    

Tanggal      : 3 November 2010

Jam                        : 23.10 wib

1)    Memberitahukan kepada ibu hasil pemeriksaan bahwa ibu sudah memasuki tahap persalinan. Pembukaan servik 7 cm, ibu memerlukan waktu sekitar 2 – 3 jam menuju pembukaan lengkap.

Evaluasi : ibu merasa senang dan bersemangat.

2)    Mengajarkan ibu tentang relaksasi pernafasan saat ada his.

Evaluasi : ibu mengerti dan akan melakukannya.

3)    Menyarankan ibu untuk berjalan-jalan disekitar ruangan apabila ibu masih bisa melakukannya dan apabila akan berbaring sarankan agar baring ke sebelah kiri agar lebih cepat penurunannya.

Evaluasi : ibu mengatakan akan melakukannya.

4)    Menghadirkan pendamping untuk menemani ibu selama persalinan dan anjurkan pendamping untuk melakukan pijat punggung.

Evaluasi : ibu mengatakan ingin didampingi oleh suaminya.

5)    Menyarankan kepada ibu untuk selalu mengosongkan kandung kemih dan tidak menahan jika ingin BAK.

Evaluasi : ibu mengerti dan akan melakukannya.

6)    Mempersiapkan alat-alat partus.

Evaluasi : Partus set telah tersedia dan siap dipakai.

7)    Mempersiapkan pakaian ganti ibu dan pakaian bayi.

Evaluasi : pakaian ganti telah dipersiapkan

8)    Mengobservasi TTV dan kemajuan persalinan setiap 4 jam, His dan DJJ setiap 30 menit.

Waktu His Nadi Djj
23.30 wib 3x/10’ lamanya 45 detik 80x/menit 140x/menit
00.00 wib 4x/10’ lamanya 45 detik 84x/menit 144x/menit
00.30 wib 4x/10’ lamanya 45 detik 84x/menit 144x/menit
01.00 wib 4x/10’ lamanya 45 detik 86x/menit 140x/menit
01.30 wib 5×10’ lamanya 45 detik 86x/menit 146x/menit
02.00 wib 5×10’ lamanya 45 detik 84x/menit 144x/menit

2. KALA II

Tanggal : 4 november 2010                                         

Jam       : 02.00 WIB

  1. a.    Subyektif

1)    Ibu mengatakan mulesnya tambah sering, lama dan kuat.

2)    Ibu juga ingin mengedan dan serasa ingin BAB.

3)    Ibu mengatakan sudah keluar cairan dari jalan lahirnya pada pukul 01.30 secara tiba-tiba, warna jernih.

  1. b.    Obyektif

1)    Keadaan umum         :  Baik

2)    Kesadaran                  :  Composmentis

3)    Pemeriksaan Abdomen       

a)  Leopold I                :Teraba bagian bulat, lembek dan tidak

melenting.

b)  Leopold II               : Teraba satu bagian besar mendatar seperti

papan di sebelah kanan dan bagian-bagian

kecil di sebelah kanan.

c)  Leopold III             : Teraba satu bagian bulat, keras di bawah

sudah masuk PAP.

d)  Leopold IV            : Divergent,

e)  Penurunan            : 0/5.

4)    His                              : frekuensi 5 x dalam 10 menit, lamanya 45 detik.

5)    DJJ                             :  142 x/menit, reguler.

6)    Genetalia

Inspeksi

  • Terlihat adanya dorongan meneran.
  • Perineum menonjol, anus membuka.

 

 

 

Hasil Pemeriksaan Dalam

a)    Vulva/Vagina                                : Tidak ada kelainan

b)    Portio                                            : Tidak teraba

c)    Pembukaan                                  : 10 cm (lengkap)

d)    Ketuban                                        : Negatif, pecah spontan pukul

01.30 WIB,  warna jernih

dan jumlah ± 15 cc.

e)    Presentasi                                    : kepala

f)     Denominator                                : UUK depan

g)    Penurunan                                    : Hodge 4

h)    Moulage                                       : tidak ada penyusupan

i)      Bagian yang menumbung            : tidak ada

  1. c.    Assesment

G3P2AParturient usia kehamilan 38 minggu 2 hari kala II , janin tunggal hidup intrauterin dengan presentasi kepala.

Kebutuhan :

1)    Asuhan persalinan normal

2)    Asuhan sayang ibu

3)    Motivasi dan privasi, posisi, istirahat, informasi kemajuan persalinan,          pendamping persalinan.

  1. d.    Planning

Tanggal                   : 4 November 2010

Jam                                    : 02.05 wib

1)  Memberitahu ibu dan keluarga hasil pemeriksaan bahwa ibu sudah memasuki tahap persalinan.

Evaluasi : Ibu dan keluarga merasa senang dan bersemangat.

2)  Melihat tanda dan gejala  kala II

Evaluasi : Dorongan untuk meneran, tekanan pada anus, perineum menonjol, vulva dan spingter ani membuka sudah terlihat.

3)  Menyiapkan alat perlengkapan untuk menolong persalinan, lalu memakai celemek plastik. setelah itu, melepaskan dan menyimpan semua perhiasan yang dipakai, cuci tangan dengan sabun dan mengeringkannya dengan handuk. Lalu memakai sarung DTT pada tangan kanan.

Evaluasi : Memakai seluruh perlengkapan

4)  Memasukkan oksitosin 10 IU ke dalam tabung suntik (menggunakan tangan yang menggunakan sarung tangan DTT dan steril, memastikan tidak terjadi kontaminasi pada alat suntik. Setelah itu membersihkan vulva dan perineum, menyeka dengan hati-hati dari depan ke belakang dengan menggunakan kapas yang dibasuhi air DTT.

Evaluasi : Oksitosin telah masuk tabung suntik dan telah dilakukan vulva hygiene.

5)  Melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan pembukaan lengkap lalu mendekontaminasi sarung tangan kedalam larutan klorin 0,5% kemudian lepaskan dan rendam dalam keadaan terbalik selama 10 menit. Mencuci tangan setelah sarung tangan dilepaskan.

Evaluasi : Pembukaan lengkap, selaput ketuban sudah pecah, sarung tangan telah direndam dan sudah mencuci tangan.

6)  Mengobservasi DJJ diantara kontraksi dan menawarkan minum untuk memenuhi hidrasi.

Evaluasi: DJJ = 142x/menit, dan ibu minum teh manis diantara kontraksi.

7)  Memberitahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik . Memberi pilihan pada ibu siapa yang akan mendampingi pada saat persalinan.

Evaluasi : Ibu merasa senang dan ingin didampingi oleh suaminya.

8)  Menganjurkan kepada ibu tentang :

a)  Cara mengatur pernafasan, yaitu nafas lewat hidung dan keluar lewat mulut.

b)  Cara meneran yang benar, yaitu tangan dimasukan kedalam lipat paha, mata melihat ke perut dan dagu menempel ke dada apabila meneran seperti BAB yang susah tidak boleh ditenggorokan dan mata tidak boleh terpejam.

c)  Posisi yang nyaman pada saat persalinan, seperti : posisi berdiri, posisi jongkok, dan posisis setengah duduk.

Evaluasi : Ibu dapat melakukannya dengan baik dan ibu memilih posisi setengah duduk.

9)  Ibu dipimpin meneran pada saat ada kontraksi dan menyuruh istirahat dan menarik nafas panjang di antara kontraksi dan dengan sikap kedua tangan merangkul kedua lipatan paha sampai siku dan kepala diangkat mata melihat ke perut serta dagu didekatkan ke dada.

Evaluasi : Ibu mengerti dan mau melaksanakannya.

10)   Memberi dukungan kepada ibu secara terus menerus.

Evaluasi :Ibu lebih bersemangat

11)   Menganjurkan ibu untuk beristirahat diantara kontraksi, menganjurkan keluarga memberi dukungan, memberikan asupan cairan per oral, dan menilai DJJ kembali.

Evaluasi : Ibu minum sebanyak ± 50 cc dan DJJ : 144x/menit

12)   Ketika kepala bayi 5-6 cm di depan vulva, penolong memasang handuk di atas perut ibu dan kain yang dilipat segitiga di bawah bokong ibu.

Evaluasi : Telah terpasang handuk di atas perut ibu dan kain di bawah bokong ibu.

13)   Mendekatkan alat-alat partus, membuka bak instrumen dan memakai sarung tangan.

Evaluasi : Alat-alat sudah dekat dan sudah memakai sarung tangan.

14)   Setiap ada his, ibu diminta meneran perlahan-lahan dan berikan motivasi kepada ibu secara terus menerus dan memberi pujian meneran serta memberitahukan kemajuan persalinannya, kepala makin maju dan tampak di vulva, perineum menegang dan menipis.

Evaluasi : Ibu meneran perlahan-lahan.

15)   Menahan perineum dengan tangan kanan dan menggunakan alas untuk mencegah terjadi robekan perineum, dan tangan kiri penolong menahan belakang kepala bayi agar tidak terlalu cepat defleksi.

Evaluasi : Kedua tangan melakukan penahanan perineum.

16)   Setelah kepala bayi maju dan subocciput berada di bawah sympisis maka lahirlah berturut-turut ubun-ubun, dahi, mata, hidung, mulut, dagu, dan seluruh kepala bayi.

Evaluasi : Seluruh kepala bayi telah lahir.

17)   Mengecek ada tidaknya lilitan tali pusat.

Evaluasi : Tidak ada lilitan tali pusat.

18)   Tunggu kepala janin melakukan putaran paksi luar searah punggung janin.

Evaluasi : Janin melakukan putaran paksi ke sebelah kanan.

19)   Memegang kepala secara biparietal dan menarik kepala bayi ke bawah untuk melahirkan bahu depan, lalu menarik ke atas untuk melahirkan bahu belakang, badan disangga dan di susur, maka lahirlah seluruh badan bayi.

Evaluasi : Seluruh tubuh bayi telah lahir pukul 02.15 WIB

20)   Menilai bayi dengan cepat.

Evaluasi : Jenis kelamin perempuan, bayi langsung menangis, tonus otot baik, warna kulit kemerahan dan pernafasannya baik.

21)   Melakukan penangan bayi baru lahir.

Evaluasi : Bayi langsung di letakkan di atas perut ibu lalu di keringkan.

22)   Memastikan janin tunggal dengan cara mengecek fundus uteri.

Evaluasi : Tidak ada bayi kedua.

23)   Beritahu ibu bahwa akan disuntik lalu suntikkan oksitosin 10 IU secara IM di paha luar ibu.

Evaluasi : Telah disuntikan oksitosin 10 IU IM di paha luar ibu .

24)   Tali pusat dijepit 3 cm dari pusat bayi dan urut, pasangkan klem ke dua  2 cm dari klem pertama, lindungi perut bayi lalu gunting dan lakukan pengikatan.

Evaluasi : Tali pusat telah terikat.

25)   Kain yang kotor diganti dengan pernel yang bersih dan kering, setelah itu bayi didekap oleh ibu dan diletakkan di atas perut ibu untuk melakukan inisiasi menyusui dini.

Evaluasi : Bayi melakukan inisiasi menyusui dini.

26)   Memberitahu keluarga untuk memberikan minum kepada ibu.

Evaluasi :  Ibu minum segelas teh manis hangat.

27)   Terlihat tanda-tanda pelepasan plasenta yaitu uterus membundar, tali pusat memanjang dan ada semburan darah secara tiba-tiba dari jalan lahir.

Evaluasi : persiapan melakukan manajemen aktif kala III.

  1. 3.      KALA III

Tanggal           : 4 november 2010

Jam                 : 02.15 WIB

  1. b.    Subjektif :

Ibu mengatakan masih merasa mules tetapi merasa senang dengan kelahiran anaknya.

  1. c.    Objektif :

1)      Keadaan umum       :  Ibu tampak lelah dan masih merasakan adanya   mules.

2)      Kesadaran                : Composmetis

3)      Kandung kemih kosong.

4)      Terdapat tanda-tanda pelepasan plasenta : Uterus membulat, Tali pusat memanjang, ada semburan darah dari jalan lahir secara tiba-tiba.

  1. d.    Assesment

P3A0 post partum spontan kala III dengan keadaan umum ibu baik

Kebutuhan            : Manajemen aktif III

  1. e.    Planning

Tanggal                 : 4 November 2010

Jam                       : 02.20 wib

1)    Melakukan penegangan tali pusat terkendali dan mengobservasi tanda-tanda pelepasan plasenta.(tangan kanan memindahkan klem ± 5-10 cm dari vulva kemudian tangan kanan melakukan penegangan dan tangan kiri melakukan dorso kranial diatas sympisis ibu, ini dilakukan pada saat ibu mules).

Evaluasi : terlihat tanda-tanda pelepasan plasenta seperti semburan darah, uterus membundar, dan tali pusat memanjang.

2)  Melahirkan plasenta sesuai dengan arah jalan lahir.

Evaluasi : plasenta lahir spontan pukul 02.25, ibu masih merasakan mules.

3)  Melakukan masase dengan menggunakan tangan kiri selama 15 detik hingga uterus mengeras.

Evaluasi : uterus membudar dan mengeras.

4)  Memeriksa kelengkapan plasenta

Pelaksanaan : periksa bagian maternal (kelengkapan kotiledon), bagian fetal serta selaput ketuban (insersi tali pusat).

Evaluasi : kotiledon dan selaput lahir lengkap. Plasenta berat ± 450 gram, tebal ±1,5 cm, diameter ±15 cm, panjang tali pusat ± 45 cm.

5)  Mengajarkan kepada ibu dan keluarga untuk massage fundus uteri agar tetap keras dan bila lembek segera beritahu bidan

Evaluasi : ibu dapat melakukannya

6)  Mendekontaminasi sarung tangan  dengan cara mencelupkan tangan yang masih memakai sarung tangan ke dalam larutan klorin 0,5 % kemudian lepaskan dan rendam selama 10 menit

Evaluasi: Sarung tangan dilepaskan dan direndam dalam larutan klorin.

7)  Mencuci kedua tangan pada air mengalir memakai sabun

Evaluasi: Kedua tangan dicuci pada air mengalir.

  1. 4.      KALA IV

Tanggal 4-11-2010

Jam : 02.25 WIB

  1. a.    Subjektif  :

Ibu mengatakan masih merasa mules dan merasa lemas.

  1. b.    Objektif   :

1)  Keadaan Umum                     : Baik

2)  Kesadaran                               : composmentis

3)  TTV

TD       : 110/70 mmHg      R : 24 x/menit

N       : 84 x/menit             S : 36,3° C

4)  Kontraksi Uterus                     :baik

5)  TFU                                         : 1 jari di bawah pusat

6)  Kandung kemih                       :kosong

7)  Perdarahan                             :± 50 cc.

  1. c.    Assesment  :

P3A0 post partum spontan kala IV dengan keadaan umum ibu baik.

Kebutuhan        : Asuhan sayang ibu

  1. d.    Planning  :

Tanggal  : 4-11-2010

Jam        : 02.25 wib

1)    Cek luka jalan lahir.

Evaluasi : tidak terdapat laserasi.

2)    Cek jumlah perdarahan.

Evaluasi : perdarahan ± 50 cc

3)    Melakukan pemantauan TTV, kontraksi uterus, kandung kemih, perdarahan pada satu jam pertama setiap 15 menit sekali dan pada satu jam kedua setiap 30 menit sekali.

Evaluasi :

TD   : 110/70 mmHg                       N :  84x / menit

S     : 36.4°C                                   R : 24x / menit

Kontraksi uterus baik, kandung kemih kosong dan perdarahan     normal.

4)    Memeriksa kembali tidak adanya perdarahan yang aktif dari jalan lahir.

Evaluasi : Tidak ada perdarahan aktif.

5)    Membersihkan ibu dan memakaikan pakaian bersih.

Evaluasi : Ibu merasa nyaman dan memakai pakaian bersih.

6)  Mengajarkan kepada ibu dan keluarga untuk memeriksa kontraksi dan mengenali tanda-tanda bahaya bagi bayi dan ibu, yaitu : perdarahan banyak, ibu merasa pusing, demam kontraksi uterus lembek dan ibu menggigil serta lemas. Sedangkan tanda-tanda bahaya pada bayi yaitu bayi sesak.

Evaluasi : ibu mengerti dan memahami penjelasan yang diberikan.

7)    Memberikan makanan dan minuman kepada ibu.

Evaluasi : ibu makan dan minum.

8)    Menganjurkan ibu untuk istirahat.

Evaluasi : ibu istirahat.

9)    Memberitahukan kepada ibu bila terasa banyak darah yang keluar segera menghubungi petugas (bidan).

Evaluasi : ibu mengerti dan akan melaksanakannya.

10) Memberikan vitamin K sebanyak 1 mg IM dan juga salep mata

Evaluasi : Bayi telah diberikan vitamin K dan salep tetracycline 1% pada kedua mata bayi.

11)   Memberikan bayi kepada ibunya agar disusukan.

Evaluasi : bayi menetek sebelum satu jam post partum.

12)   Memberitahu kepada ibu bila ingin BAK ibu bisa turun dari tempat tidur .

Evaluasi : ibu mengerti dan memahami dengan penjelasan yang diberikan.

13)   Mendekontaminasi alat habis pakai dengan merendam di klorin 0,5% selama 10 menit lalu mencucinya keringkan dan sterilkan kembali, lalu cuci tangan.

Evaluasi : Alat-alat telah steril dan siap pakai.

14)   Melakukan pendokumentasian.

Evaluasi : Mendokumentasikan segala tindakan pada buku dan partograf.

Tabel 3.1

Pemantauan Kala IV

 

Jam TD Nadi Suhu TFU Kontraksiuterus Kandung kemih Perdarahan
02.25 110/70 84 36,6 1 jari bawah pusat Baik Kosong ± 10cc
02.40 110/80 82 1 jari bawah pusat Baik Kosong ± 10cc
02.55 120/70 81 1 jari bawah pusat Baik Kosong ± 10cc
03.10 120/80 84 2 jari bawah pusat Baik Penuh ± 10cc
03.40 120/70 80 36,4 2 jari bawah pusat Baik 150 cc ± 5cc
04.10 110/80 82 2 jari bawah pusat Baik Kosong ± 5cc

 

pendokumentasian asuhan kebidanan masa nifas

 D. Asuhan Kebidanan Post Partum pada Ny.A P3A0 6 jam

Hari/Tanggal : Kamis /4-11-2010                         Jam  :  08.25 WIB

1.  Data Subjektif

a. Keluhan Utama

Ibu mengatakan masih merasa mules pada perutnya dan merasa lemas.

b. Riwayat Obstetric

1)    Riwayat Persalinan

Pada jam 02.15 WIB ibu melahirkan anak yang ke 3 jenis persalinan spontan jenis kelamin perempuan berat badan 3400 gram, panjang badan 49 cm.

a)  Keadaan ketuban jernih.

b)  Plasenta lahir spontan lengkap jam 02.25 WIB, tidak dilakukan episiotomi.

c)  Perdarahan : ± 210 cc.

d)  Selama ini ibu tidak ada keluhan.

c. Pola kebutuhan sehari-hari

  • Ibu mengatakan makan terakhir 1 piring porsi sedang jam 06.00, dengan menu nasi, ikan dan sayur.
  • Ibu minum ± 2 gelas.
  • BAB : ibu mengatakan belum BAB.
  • BAK : ibu mengatakan sudah BAK 1 kali jumlah banyak, warna kuning jernih.
  • Mobilisasi : ibu mengatakan sudah mampu sendiri ke kamar mandi jam 05.30 WIB.
  • Aktifitas istirahat dan tidur, ibu istirahat terakhir selama 2 jam.
  • Personal hygiene  :  Ibu baru ganti pembalut 2 jam yang lalu.

2.  Data Objektif

  1. a.    Keadaan umum       : Baik

–     Kesadaran          : composmetis

–     Emosi                 : Stabil

–     TTV                    :  TD : 110/70 mmHg                   N : 78x / menit

R    :  20x / menit                       S : 36,6°C

TB                     : 152 cm

  1. b.    Pemeriksaan Fisik

1)  Kepala  

Muka                              : Bentuk simetris, tidak oedema

Mata                               : Konjungtiva merah muda, sklera putih.

Hidung                            : Bersih, tidak ada kelainan.

Mulut dan gigi                 : Bersih,tidak pucat, tidak ada caries.

2)    Leher               

Kelenjar tyroid                : tidak ada pembesaran

Kelenjar getah bening    : tidak  ada Pembengkakan

Vena jugularis                : tidak ada indikasi

3) Dada                              : Bentuk dan pergerakan simetris.

 

4) Payudara                       : Bentuk simetris, puting susu menonjol, areola

mammae bersih, tidak ada benjolan dan

sudah ada pengeluaran kolostrum.

5) Abdomen

Tidak ada bekas luka operasi,

Kontraksi baik dan TFU 3  jari bawah pusat.

6) Ekstremitas atas          : Bentuk simetris, oedema (-)

7) Ekstremitas bawah      : Bentuk simetris, tidak ada oedema dan

                                             varices refleks patella (+/+).

8) Genitalia                        : Lochea rubra ± 5 cc bau khas pada perineum.

3.     Assesment

P3A0 Post partum 6 jam dengan keadaan umum baik.

Kebutuhan       :

  1. Deteksi dini perdarahan
  2. Penkes tekhnik menyusui yang baik dan benar
  3. Mobilisasi
  4. Personal hygiene

 

 

 

 

 

 

4.     Planning

        Tanggal           : 4 november 2010

Jam                 : 08.40 wib

a. Observasi TTV,  perdarahan dan TFU.

Evaluasi : Hasil pemeriksaan  TD : 110/70 mmHg, N : 78x / menit, R : 20x /

menit, S : 36,6°C Perdarahan sedikit, TFU 3 jari dibawah pusat dan teraba

keras.

  1. Meminta ibu untuk menyusui bayinya dan mendekap bayinya.

Evaluasi : ibu melakukannya.

c. Mengajarkan ibu teknik menyusui yaitu posisi kepala bayi berada disiku ibu dan bokong bayi disanggah oleh tangan ibu dengan posisi badan bayi lurus, seluruh areola masuk kedalam mulut bayi, menganjurkan ibu untuk selalu menyusui bayinya setiap saat jika bayi menginginkan serta memberikan ASI ekslusif yaitu memberikan ASI selama 6 bulan tanpa makanan tambahan apapun

Evaluasi : Ibu mengerti dan dapat mempraktekan teknik menyusui yang benar.

d. Menganjurkan kepada ibu untuk :

a)  Turun dari tempat tidur dan mandi.

b)  Bergerak miring kiri atau kanan dan duduk.

 

 

c)  Makan makanan gizi yang seimbang terutama sayuran berwarna hijau dan porsinya di tambah.

d)  Menjaga dan merawat payudaranya agar tetap bersih.

Evaluasi : Ibu mengatakan mengerti dan ibu memahami kembali apa yang telah dijelaskan dan dianjurkan.

e. Memberitahu ibu cara cebok yang benar, yaitu dari arah depan ke belakang, membersihkan vulva dan perineum setiap kali sehabis BAK atau BAB dengan air bersih yang dingin, dengan sabun sebelum dan sesudah mencuci alat daerah kelamin.

Evaluasi : Ibu mengatakan mengerti dan akan melakukannya.

  1. Memberitahu ibu untuk kunjungan 6 hari kemudian yaitu pada tanggal 11-11-2010.

Evaluasi : ibu menyanggupinya dan akan datang tanggal 11-11-2010.

g. Pasien pulang tanggal 04-11-2010 jam 10.00 WIB.

E. Asuhan Kebidanan Post Partum pada Ny.A P3A0 6 hari

Hari/Tanggal          : Kamis/11-11-2010                Jam : 15.00 WIB

Tempat                  : BPS Ny. L Bandung Barat

1. Subjektif  :

Ibu datang untuk kunjungan ulang atau kontrol dan mengeluh kadang

payudaranya bengkak.

 

 

 

  1. 2.   Objektif :
    1. a.   Pemeriksaan Fisik

1)    Keadaan Umum                       : baik

Kesadaran                                 : Compos mentis

TTV

TD          : 120/80 mmHg           N: 80x/menit

R            : 20x/menit                   S: 36ºC

2)    Kepala

Muka                                          : Tidak ada oedema

Mata                                          : Konjungtiva merah muda, Sklera putih

Mulut                                          : Bibir dan rahang tidak pucat, keadaan

bersih, tidak ada caries.

3)    Leher

KGB                                           : Tidak ada pembengkakan

Kelenjar tyroid                            : Tidak ada pembesaran

JVP                                            : Tidak ada indikasi

4)    Payudara         

Bentuk                                       : Simetris

Putting susu                               : menonjol

Pengeluaran ASI                       : Ada

Rasa nyeri                                 : ada

Benjolan                                     : tidak ada

Pembengkakan                         : ada

5)    Abdomen

(a)  Tidak ada bekas luka operasi

(b)  TFU                                     : pertengahan sympisis-pusat

(c)  Kandung kencing                : Kosong

6)   Ekstermitas atas dan bawah

Atas

a) Kebersihan                            : Bersih

b) Oedema                                : tidak ada

Bawah

a) Oedema                                : Tidak ada

b) Varises                                  : Tidak ada

c) Reflek Patella                       : Positif

d) Homman sign                       : Negatif

7)    Genetalia

Vulva/vagina                             : tidak ada kelainan

Oedema                                    : tidak ada

Lochea                                      : Serosa

Perineum                                  : utuh

8)    Anus                                          : tidak ada haemorhoid

3. Assesment :

P3A0 Postpartum 6 hari dengan keadaan umum baik.

Masalah    : Payudara sedikit bengkak

 

Kebutuhan:

  1.  Penkes tentang perawatan payudara
  2. Breast care
  3. Informasi tentang tanda-tanda bahaya nifas

4. Planning :

Tanggal                 :  11 November 2010

Jam                       : 16.20 wib

  1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa ibu dan bayi dalam keadaan sehat.

Evaluasi : ibu mengerti dan merasa senang.

  1. Menjelaskan kepada ibu bahwa akan dilakukan tindakan breast care yaitu pemijatan pada payudara ibu sehingga ASI akan keluar lebih lancar, tidak ada sumbatan  dan payudara ibu tidak akan menjadi bengkak lagi.

Evaluasi :   Ibu mengerti dan setuju untuk dilakukan pemijatan pada payudaranya.

  1. Melakukan breast care pada payudara ibu.

Evaluasi: Ibu merasa payudaranya tidak tegang lagi

  1. Mengajarkan kembali tekhnik menyusui yang baik dan benar.

Evaluasi: Ibu dapat menyusui seperti yang diajarkan.

 

 

  1. Menjelaskan kepada ibu tentang perawatan payudara  yaitu membersihkannya setiap kali mandi, memberikan ASI setiap kali sudah tersa penuh dan mengunakan BH yang menompang payudara.

Evaluasi : ibu dapat meyebutkan kembali penjelaskan yang telah disampaikan

  1. Menganjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang mengandung banyak serat dan cairan.

Evaluasi : ibu mengetahui makanan yang banyak mengandung serat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

  1. Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup.

Evaluasi : Ibu istirahat siang  ± 1- 2 jam pada siang hari, dan ± 7-8 jam pada malam hari.

  1. Memberikan penjelasan tentang tanda-tanda bahaya nifas  yaitu mudah lelah atau sulit tidur, demam, nyeri atau tersa panas saat BAK, sembelit/haemorroid, sakit kepala hebat, bengkas pd muka, tangan dan kaki, nyeri perut, cairan vagina berbau busuk, payudara sangat sakit saat disentuh, bengkak, puting susu pecah-pecah.

Evaluasi : ibu mengerti tentang penjelasan  yang diberikan.

  1. Menganjurkan pada ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu dari sekarang yaitu tanggal 18-11-2010

Evaluasi : ibu menyanggupinya untuk kunjungan ulang tanggal 18-11-2010.

 

  1. F.    Asuhan Kebidanan Post Partum pada Ny.A P3A0 2 minggu

Hari/Tanggal      : Kamis/18-11-2010               Jam : 15.00 WIB

Tempat              : Stikes Budi Luhur

1. Subjektif  : 

Ibu datang untuk kunjungan ulang dan mengatakan tidak ada keluhan.

2. Objektif :

  1. 1.    Pemeriksaan Fisik

a. Keadaan Umum        : baik

Kesadaran                   : Compos mentis

TTV

TD            : 120/70 mmHg                       N         : 80x/menit

R   : 20x/menit                              S          : 36,2ºC

  1. b.   Kepala

Muka                                                 : Tidak ada oedema

Mata                                      : Konjungtiva tidak anemis, Sklera tidak

ikterik

Mulut                                     : Bibir dan rahang tidak pucat, keadaan

bersih, tidak ada caries.

c. Leher

KGB                                        : Tidak ada pembengkakan

Kelenjar tyroid                         : Tidak ada pembesaran

JVP                                                     : Tidak ada indikasi

 

d. Payudara       

Bentuk                                     : Simetris

Putting susu                             : menonjol

Pengeluaran ASI                     : Ada

Benjolan                                  : Tidak ada

Rasa nyeri                               : Tidak ada

e. Abdomen

Tidak ada bekas luka operasi

TFU                                          : tidak teraba

Kandung kencing                     : Kosong

  1. f.  Ekstermitas atas dan bawah

Atas

Kebersihan                              : Bersih

Oedema                                  : tidak ada

Bawah

Oedema                                  : Tidak ada

Varises                                    : Tidak ada

Reflek Patella                          : Positif

Homman sign                          : Negatif

 

 

 

 

g. Genetalia

Vulva/vagina                           : tidak ada kelainan

Oedema                                  : tidak ada

Lochea                                                : alba

Perineum                                 : utuh

h. Anus                                       : tidak ada haemorhoid

3. Assesment :

P3A0 Post Partum 2 minggu dengan keadaan umum baik

4. Planning :

Tanggal       : 18 November 2010

Jam                        : 15.15 wib

  1. Memberitahukan hasil pemeriksaan pada ibu bahwa ibu dalam keadaan sehat.

Evaluasi : Ibu mengerti dan ibu merasa senang.

  1.  Memotivasi ibu agar selalu memberikan ASI nya tanpa diselingi susu formula atau makanan tambahan yang lain.

Evaluasi : ibu melakukannya.

  1. Memberitahu ibu tentang keuntungan ASI Eksklusif, yaitu sebagai imunitas bagi bayi, bayi tidak mudah sakit, meningkatkan kecerdasan, membentuk ikatan batin antara ibu dan anak, mudah didapat, kandungan gizinya tidak dapat disamakan dengan susu formula lainnya serta mempercepat pemulihan rahim.

Evaluasi : ibu mengerti dan akan melakukannya.

  1. Menjelaskan pada ibu tentang KB apa saja yang dapat digunakan setelah persalinan yaitu seperti AKDR, suntik, pil menyusui, KB alamiah dan lain-lain.

Evaluasi :  ibu mengerti dan dapat menyebutkan macam-macam dari KB.

  1. Menganjurkan pada ibu untuk mendiskusikannya dengan suami tentang KB yang akan dipilih.

Evaluasi : ibu mau melakukannya tapi ibu lebih memilih untuk memakai AKDR dengan alasan karena tidak ingin memakai kontrasepsi yang berjangka waktu panjang.

  1. Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang  yaitu pada tanggal

12-12-2010.

Evaluasi : ibu menyanggupinya untuk kunjungan ulang tanggal

12-12-2010.

 

  1. G.   Asuhan Kebidanan Post Partum pada Ny.A P3A0 6 minggu

Hari/Tanggal   : Kamis/16-12-2010                Jam : 16.10 WIB

Tempat            : BPS Bidan L Bandung Barat

1. Subjektif :

  a. Ibu mengatakan tidak ada keluhan.

b. Ibu mengatakan sudah mengimunisasi bayinya dan akan ber KB, ibu sudah mendiskusikannya dengan suami dan KB yang dipilih adalah AKDR.

2. Objektif :

Pemeriksaan Fisik

  1. a.    Keadaan Umum                       : baik

Kesadaran                                 : Compos mentis

TTV

TD                      : 120/70 mmHg                       N         : 80x/menit

R                                    : 20x/menit                              S          : 36,2ºC

  1. b.    Kepala

Muka                                          : Tidak ada oedema

Mata                                           : Konjungtiva tidak anemis, Sklera tidak

ikterik

Mulut                                         : Bibir dan rahang tidak pucat, keadaan

bersih, tidak ada caries.

  1. c.    Leher

KGB                                        : Tidak ada pembengkakan

Kelenjar tyroid                         : Tidak ada pembesaran

JVP                                                     : Tidak ada indikasi

  1. d.    Payudara         

Bentuk                                     : Simetris

Putting susu                             : menonjol

Pengeluaran ASI                     : Ada

Benjolan                                  : Tidak ada

Rasa nyeri                               : Tidak ada

  1. e.    Abdomen

Tidak ada bekas luka operasi

TFU                                          : tidak teraba

Kandung kencing                     : Kosong

  1. f.     Ekstermitas atas dan bawah

Atas

Kebersihan                              : Bersih

Oedema                      : tidak ada

Bawah

Oedema                      : Tidak ada

Varises                         : Tidak ada

Reflek Patella              : Positif

Homman sign              : Negatif

  1. g.    Genetalia

Vulva/vagina                           : tidak ada kelainan

Oedema                                  : tidak ada

Lochea                                                : tidak ada

Perineum                                 : utuh

  1. h.    Anus                                       : tidak ada haemorhoid

 

 

 

 

3. Assesment

P3A0 Post Partum 6 minggu dengan keadaan umum ibu baik

  1. 4.   Planning :   

Tanggal     : 16 Desember 2010

Jam           : 08.00 wib

  1. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu, bahwa ibu dalam kondisi yang baik.

Evaluasi : ibu merasa senang dengan hasil pemeriksaan.

  1. Menanyakan pada ibu KB apa yang akan dipilih.

Evaluasi : Ibu mengatakan akan menggunakan AKDR.

Mejelaskan keuntungan dan kerugian dari AKDR yaitu diantaranya, Keuntungannya : sangat efektif, pencegahan kehamilan jangka panjang, tidak berpengaruh terhadap ASI, dapat di gunakan oleh perempuan usia <35 tahun sampai premenopouse, dan menurunkan kejadian penyakit jinak pada payudara. Kerugiannya : perubahan siklus haid, haid lebih lama dan banyak, perdarahan antar mensturasi, saat haid lebih sakit dan Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS

Evaluasi : ibu mengerti dan dapat menjelaskan satu persatu apa yang telah di jelaskan.

 

 

 

  1. Melakukan pemasangan AKDR.

Evaluasi : telah dipasang.

  1. Menganjurkan ibu untuk kembali lagi untuk kontrol pada tanggal 19-12- 2010.

Evaluasi : ibu akan datang pada tanggal 19-12-2010 untuk kontrol AKDR.

Pendokumentasian asuhan kebidanan masa kehamilan

  1. Asuhan Kebidanan Antenatal pada Ny.A G3P2A0 Gravida 37 Minggu 2 Hari

Hari/tanggal                      :    Senin, 25-10-2010 Waktu pengkajian            :    07.30 WIB Tempat pengkajian          :    BPS Ny.L Bandung Barat 1.              Data Subjektif a Identitas

Nama Istri                   : Ny. A Umur                           : 30 tahun Suku/bangsa               :Sunda/ Indonesia Agama                                    : Islam Golongan darah          : O Pendidikan                  : SD Pekerjaan                    :Tidak bekerja Nama Suami               : Tn. Z Umur                           : 31 tahun Suku/bangsa               :Sunda/ Indonesia Agama                                    : Islam Golongan darah          : A Pendidikan                  : SD Pekerjaan                    : Buruh


Alamat                         :Kp. Randukurung 2/19 Desa: Tanimulya Kecamatan: Ngamprah Kabupaten Bandung Barat

166

b Anamnesa1).  Datang pada tanggal                : 25-10-2010 2).  Alasan datang                          : Pemeriksaan kehamilan rutin 3).  Keluhan-keluhan                     : Sering kencing dan sakit pinggang. 4).  Riwayat haid (a)Haid pertama                      : Umur 17 tahun (b)Siklus                                  : 28 hari (c)Banyaknya                         : 3-4 x ganti pembalut (d)Dismenorrhoe                     : Pada hari pertama haid saja (e)Lamanya                             : 5-7 hari (f) Sifat darah                          : Encer ada gumpalan (g)Keputihan                            : pada saat akan menstruasi berwarna jernih 5). Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu

No

Tempat&Tgl/ th persalinan

Penolong

Jenis Persalinan

Usia Kehamilan

Penyulit Persalinan

Anak

JK

BB

TB

1. BPS, Sept 2001 Bidan Spontan Aterm Tidak ada L 3400 gr 49 cm
2 Rumah,Nov 2008 Paraji Spontan Aterm Tidak ada L 3200 gr 49 cm
3 Hamil ini

6). Riwayat Kehamilan sekarang (a) HPHT                                                            : 8-2-2010 (b) TP                                                     : 15-11-2010 (c) Keluhan  trimester 1                          : Mual muntah, hilang nafsu makan Trimester II                                            : Tidak ada Trimester III                                           : Sering kencing dan sakit perut bagian bawah. (d) Pergerakan anak pertama kali         : Pada ± 16 minggu (e) Gerakan                                            : Aktif, gerakan lebih dari 10 kali dalam satu hari. (f)  Riwayat ANC Tempat                                                  : Bps. Ny. L     (8 kali) Imunisasi TT                                          : TT1 usia 16 minggu                   7). Pola kebutuhan sehari-hari

No.

Pola sehari-hari

Sebelum hamil

Saat hamil

1 Pola nutrisi
a. Makan
Frekuensi 3x sehari 2 – 3 xsehari
Jenis makanan Nasi, lauk pauk Nasi,lauk pauk
Makanan pantangan Tidak ada Tidak ada
b. Minum
Jenis minuman Air putih, susu Air putih, susu
Frekuensi ± 7 gelas (cc) ± 9 gelas (cc)
2 Pola eleminasi
a. BAK
Frekuensi Kadang ± 7x/hari
Warna Jernih Jernih
b. BAB
Frekuensi 1x sehari 1x sehari
Warna Kuning kecoklatan Kuning kecoklatan
3 Pola istirahat dan tidur Malam 8 jam Malam 7-8 jam
4 Personal Hygiene
Mandi 2xsehari memakai sabun 2xsehari memakai sabun
Gosok gigi 2x sehari 2x sehari
Keramas 3x seminggu 3x seminggu
Perawatan payudara Kadang Ya
Perawatan vulva Ya, setelah bak/bab Ya, setelah bak/bab
6 Pola seksual ±2-3x/minggu ±1x/minggu

8). Riwayat Kontrasepsi Ibu mengatakan pernah menggunakan KB suntik 3 bulan selama 1 tahun. 9). Riwayat penyakit sistemik yang pernah diderita : Ibu tidak pernah menderita penyakit yang menular maupun menahun, seperti : TBC, PMS, Hipertensi, dan Jantung. 10). Riwayat penyakit keluarga dan keturunan : Keluarga ayah/ibu tidak ada yang menderita penyakit keturunan seperti Diabetes Melitus (DM). 11). Riwayat social : Status perkawinan                            : Kawin Perkawinan ke                                   : Istri      : ke-2                                                                         Suami  : ke-2 Usia saat menikah                            : Istri      : 25 tahun Suami  : 26 tahun Lamanya                                            : 5 tahun Perasaan tentang kehamilan ini        : Ibu merasa senang dengan kehamilan ini. Hubungan dengan keluarga             : baik 2.     Data Objektif

  1. a.   Keadaan umum                                         : Baik

Kesadaran                                                : composmentis Antropometri Tinggi badan                                            : 152 cm BB sebelum hamil                                    : 40 kg BB Hamil                                                  : 50 kg Kenaikan BB                                            :10 kg IMT                                                           : 40 : 1,522  = 17,31 Lila                                                            :22 cm Tanda vital TD  :   110/70 mmHg                   N   :   82 x/ menit S   :   36,2 ° C                              R   :   20 x/ menit

  1. b.  Kepala

Muka                                : Tidak ada oedema Mata                                             : Konjungtiva merah muda, sklera berwarna putih. Hidung                              : Bentuk simetris, keadaan bersih, tidak ada pernafasan cuping hidung, penciuman normal. Mulut dan Gigi                   : Keadaan bersih, tidak pucat, gigi  tidak ada caries. c.    Leher                               Kelenjar tyroid                  :  Tidak ada pembesaran Kelenjar getah bening      :  Tidak  ada Pembengkakan Vena jugularis                  :  Tidak ada indikasi d.   Dada                                 :  Pergerakkan nafas normal, tidak ada                                                  retraksi tidak ada luka bekas operasi. e.  Payudara                           :   Bentuk simetris, keadaan bersih, tidak ada benjolan, puting susu menonjol, tidak ada retraksi dimpling, ada pengeluaran colostrum.         f.  Abdomen 1).  Inspeksi           a). Tidak ada luka bekas operasi b). Pembesaran sesuai dengan usia kehamilan c). TFU Mc Donald     : 32 cm 2).  Palpasi  a). Leopold I                : Teraba di fundus bulat, lunak tidak melenting. b). Leopold II               : Teraba satu bagian keras seperti papan di sebelah kanan dan bagian- bagian kecil disebelah kiri. c). Leopold III              :Teraba di bagian bawah bulat keras melenting, kepala belum masuk PAP. TBBA                           : (32-13) x 155 = 2945 gram 3). Auskultasi     DJJ                              : 138 x/ menit, reguler. g. Punggung dan pinggang Posisi tulang belakang        : Lordosis Nyeri pinggang                   : tidak ada h. Ekstremitas atas dan bawah  Bentuk                                : simetris, Oedema                             : tidak ada   Varices                               : tidak ada, Reflek patella                     : kanan kiri (positif/positif). i. Pemeriksaan Genitalia   1). Genitalia Ekterna          : Vulva / vagina tidak ada kelainan 2). Perineum                       : tidak ada luka parut 3). Varices                          : tidak ada 4). Haemoroid                    : tidak ada

  1. 3.    Assesment

G3P2A0Gravida 37 minggu 2 hari janin tunggal hidup intrauterin presentasi kepala. Masalah :

  1. Kenaikan berat badan kurang dari indeks masa tubuh

Kebutuhan :

  1. Memberikan konseling tentang nutrisi yang harus di penuhi
  2. Memberikan konseling tentang perubahan fisiologis trimester III
  3. Memberikan konseling tentang ketidaknyamanan trimester III
  1. Planning

Tanggal           : 25 Oktober 2010 Jam                 : 07.30 wib

  1. Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan bahwa ibu sudah 37 minggu 2 hari dengan keadaan ibu dan janin baik.

Evaluasi : Ibu mengerti dan merasa senang dengan apa yang telah dijelaskan.

  1. Memberitahukan pada ibu tentang asupan nutrisi ibu hamil yaitu makan makanan dengan menu seimbang, yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti menu makanan lengkap (nasi, lauk, sayur, dan buah) dengan pola sedikit tapi sering.

Evaluasi : ibu paham dan mau melakukannya

  1. Memberitahukan kepada ibu tentang perubahan-perubahan fisiologis yang terjadi pada trimester III yaitu adanya penurunan kepala janin ke PAP sehingga menekan kandung kencing yang menyebabkan ketidaknyamanan pada ibu, yaitu sering kencing. Uterus/rahim yang semakin membesar dan adanya pergerakan janin terutama jika janin tersebut aktif, sehingga  ibu mengalami susah tidur. serta sakit pinggang yang disebabkan karena berat uterus yang membesar.

Evaluasi : Ibu mengerti dan memahami tentang ketidaknyamanan dalam trimester III.

  1. Menjelaskan kepada ibu cara mengatasi ketidaknyaman dalam kehamilan, seperti cara mengatasi sering kencing dengan cara mengurangi asupan cairan sebelum tidur malam, sehingga ibu tidak perlu bolak-balik kamar mandi untuk kencing, Serta untuk mengatasi sakit pinggang dengan cara menghindari membungkuk berlebihan, menggunakan sepatu tumit rendah, kompres hangat/ es , pijatan/ usapan pada punggung, setiap bangun dari tempat tidur sebelumnya miring dulu, bila mengambil barang yang jatuh tidak langsung membungkuk tetapi dengan cara jongkok perlahan secara tegak, tidak berdiri atau duduk dalam waktu yang lama, tidak menggantungkan kaki setiap duduk, dan tidak mengangkat berat yang tidak seimbang.

Evaluasi : ibu mengerti dan akan melakukan yang sudah dijelaskan.

  1. Menjelaskan pada ibu tentang ketidaknyamanan yang fisiologis pada TM III seperti : sesak nafas, rasa tertekan pada perineum, rasa cemas yang meningkat, adanya kontraksi, kram tungkai, dan edema di mata kaki sampai tungkai.

Evaluasi : ibu mengerti dengan penjelasan tersebut

  1. Menganjurkan ibu untuk berolahraga seperti jalan-jalan pada pagi hari dan menjelaskan untuk berolahraga tidak dibatasi asalkan tidak membuat lelah ibu dan tidak melukai ibu dan janin.

Evaluasi : Ibu mengerti dan akan melakukannya di rumah

  1. Memberikan motivasi agar ibu selalu menjaga kehamilannya, tetap tenang dengan keadaannya dan menjelaskan bahwa keluhan ibu masih dalam keadaan normal.

Evaluasi : Ibu mengerti dengan apa yang telah dijelaskan.

  1. Memberitahu ibu untuk selalu menjaga kebersihan diri seperti menggunakan celana dalam apabila basah segera ganti, menjaga daerah genitalia dengan mencuci vagina dari arah depan ke belakang.

Evaluasi : Ibu akan menjaga kebersihan diri dan akan membersihkan genitalia seperti yang telah dianjurkan oleh bidan.

  1. Memberikan tablet Fe dan memberitahu cara minum tablet Fe yang benar, yaitu tablet Fe diminum 1 x 1 hari dan waktunya pada malam hari ketika mau tidur dengan menggunakan air putih.

Juga memberitahu ibu tablet tersebut jangan diminum bersamaan dengan air teh dan kopi. Evaluasi : Ibu mengerti dan memahami cara minum Fe.

  1. Memberitahu ibu tentang tanda-tanda bahaya kehamilan, yaitu :

1)      Pusing berlebihan. 2)     Mual muntah yang berlebihan. 3)     Sakit pada abdomen yang berlebihan. 4)     Keluar cairan dan darah dari vagina. 5)     Demam tinggi. 6)     Gerakan janin tidak dirasakan oleh ibu. Evaluasi : Ibu memahami tanda-tanda bahaya kehamilan.

  1. Memberitahu kepada ibu untuk segera datang ke fasilitas kesehatan bila terdapat tanda-tanda bahaya kehamilan.

Evaluasi : Ibu mengatakan akan segera datang ke fasilitas kesehatan apabila ibu merasakan adanya tanda bahaya kehamilan.

  1. Menjadwalkan imunisasi TT2  dan kunjungan ulang 1 minggu kemudian, yaitu pada tanggal 1 november 2010.

Evaluasi : Ibu mengatakan akan kunjungan ulang pada tanggal 1 november 2010.

  1. Melakukan pendokumentasian.
  1. B.   Asuhan Kebidanan Antenatal pada Ny.A G3P2A0 Gravida 38 Minggu.

Hari/Tanggal        : Senin,1-11-2010                   Pkl  : 14.30 WIB Tempat                 : Stikes Budi Luhur 1. Subyektif : a. Ibu datang untuk periksa ulang. b. Ibu mengatakan saat ini dalam keadaan sehat tidak ada keluhan. 2. Obyektif

  1. a.  Keadaan umum               : Baik

Kesadaran                         :  Composmentis TTV                                    TD : 110/80 mmHg                    N   :  82 x/ menit. R   :  22 x/ menit                                    S   :  35,8° C

  1. b.  Kepala

Muka                                  : Tidak ada oedema Mata                                   : Konjungtiva merah muda, sklera berwarna putih Mulut dan Gigi                    : Keadaan bersih, tidak pucat, gigi tidak ada caries.

  1. c.    Leher                                

Kelenjar tyroid                    : Tidak ada Pembesaran Kelenjar getah bening      :  Tidak ada Pembengkakan Vena jugularis                     : Tidak ada indikasi f. Dada                                    : Pergerakkan nafas normal, tidak ada retraksi, tidak ada luka bekas operasi. g. Payudara                            : Bentuk simetris, keadaan bersih, tidak ada benjolan, puting susu menonjol, tidak ada retraksi dimpling, ada pengeluaran colostrum. h. Perut           1) Inspeksi             a)     Tidak ada luka bekas operasi b)     Pembesaran sesuai dengan usia kehamilan c)     TFU Mc Donald : 33 cm 2) Palpasi a) Leopold I                     : Teraba bagian besar pada bagian fundus, lunak dan tidak melenting. b) Leopold II                   : Teraba satu bagian keras seperti papan di sebelah kanan dan bagian- bagian kecil disebelah kiri. c)    Leopold III                 : Teraba di bagian bawah bulat keras melenting , kepala belum masuk PAP. d)    TBBA                        : (33-13) x 155 = 3100 gram   3) Auskultasi         a)    DJJ                           : 142 x/menit, reguler.

  1. i.    Ekstremitas atas dan bawah 

Bentuk                                : simetris, Oedema                             : tidak ada Varices                               : tidak ada, Reflek patella                     : kanan kiri (positif/positif). j. Pemeriksaan Genitalia      : tidak dilakukan k.Pemeriksaan Laboratorium Protein Urine                      : negatif Glukosa                              : +1 Darah                                  : 10,2 gr% Golongan Darah                 : O 3. Assesment : G3P2A0Gravida 38 minggu janin tunggal hidup intrauterin dengan presentasi kepala. Masalah :

  1. Glukosa urine +1

Kebutuhan :

  1. Konseling tentang konsumsi gizi seimbang
  2. Menjadwalkan imunisasi TT 2
  3. Persiapan persalinan
  4. Memberitahukan tanda-tanda persalinan sudah dekat

4. Planning Tanggal           : 1 November 2010 Jam                 : 15.00 wib

  1. Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan bahwa usia kehamilan ibu sudah 38 minggu dengan keadaan ibu dan janin baik.

Evaluasi : Ibu mengerti dan merasa senang dengan apa yang telah dijelaskan.

  1. Menganjurkan kepada ibu agar mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gula (manis).

Evaluasi : ibu mengerti dan akan melakukannya.

  1. Mengingatkan pada ibu untuk :

1)    Makan makanan gizi seimbang. 2)    Istirahat yang cukup 3)    Olahraga ringan seperti jalan-jalan pada pagi hari. 4)    Menjaga personal hygine Evaluasi : ibu mengatakan masih mengingatnya dan tetap melakukan yang disarankan.

  1. Memberitahu ibu tentang tanda-tanda persalinan, yaitu :

1)      Keluar lendir bercampur darah. 2)      Keluar air-air dari vagina. 3)      Timbul his/ kontraksi. Evaluasi : ibu mengatakan akan datang ke bidan jika mengalami tanda-tanda persalinan.

  1. Mendiskusikan tentang tempat persalinan, biaya persalinan, penolong persalinan, sarana transportasi serta pengambil keputusan selain suami.

Evaluasi: ibu mengatakan akan melahirkan di bidan L, biaya persalinan telah dipersiapkan, transportasi dengan motor dan pengambil keputusan adalah suami

  1. Menganjurkan ibu untuk menjadi akseptor KB setelah bersalin dan menjelaskan jenis-jenis KB seperti IUD, Suntik, Implan dan Pil.

Evaluasi: Ibu akan menjadi akseptor IUD,karena sebelum hamil ibu berencana menggunakan KB IUD.

  1. Menjadwalkan kunjungan ulang dan imunisasi TT2 satu minggu kemudian yaitu pada tanggal  8 November 2010.

Evaluasi : Ibu mengatakan akan datang tanggal 8 November 2010.

  1. Melakukan pendokumentasian

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.